
Pembangunan Kotim tetap menghargai kearifan lokal

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mengajak masyarakat bersama-sama membangun daerah dimulai dari desa masing-masing dengan tetap memegang kearifan lokal.
"Masyarakat kita sejak dulu hidup dengan menjunjung tinggi kearifan lokal dan itu bisa menjaga alam kita. Jadi meski saat ini sudah maju, tapi nilai-nilai kearifan lokal tetap relevan untuk terus dilaksanakan," kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Halikinnor di Sampit, Rabu.
Menurutnya, setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda, termasuk dalam hal sumber daya alamnya. Untuk itulah jenis usaha yang digeluti masyarakat juga berbeda-beda dan tidak bisa dipaksakan meniru jenis usaha di desa lain.
Dalam memanfaatkan sumber daya alam, masyarakat sejak dulu memiliki cara dan nilai-nilai tersendiri dipegang yang bertujuan agar eksploitasi alam tidak sampai menimbulkan dampak buruk terhadap kelestarian alam.
Halikinnor mengapresiasi masyarakat desa yang masih menjaga tradisi leluhur dalam menjaga dan membangun desa. Nilai-nilai kearifan lokal akan membawa masyarakat memanfaatkan alam dengan tetap mengedepankan kelestarian.
Dukungan serupa disampaikan Halikinnor saat menghadiri acara mamapas lewu di Desa Rantau Tampang Kecamatan Telaga Antang. Mamapas lewu adalah ritual umat Hindu Kaharingan yang bertujuan untuk membersihkan kampung atau desa dari hal-hal negatif atau bencana.
Halikinnor mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga desa dan daerah dari hal-hal yang mengancam kerukunan dan persatuan masyarakat. Selama ini masyarakat selalu menjaga toleransi dan kerukunan sehingga Kotawaringin Timur tetap kondusif.
Terkait ekonomi, Halikinnor mengajak masyarakat mengoptimalkan potensi desa masing-masing. Pemerintah terus berupaya membantu ekonomi kerakyatan agar kesejahteraan masyarakat juga meningkat.
Pemerintah desa didorong untuk terus membangun desa dan mengoptimalkan potensi desa. Sumber daya yang ada di desa bisa dimanfaatkan dengan menjalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaannya.
"Lihat apa potensi yang ada di desa, lalu optimalkan melalui BUMDes. Bisa juga BUMDes bekerja sama dengan perusahaan besar swasta dalam bidang perkebunan sehingga kehadiran sektor swasta membawa manfaat besar bagi masyarakat," ujar Halikinnor.
Namun Halikinnor tetap mengingatkan bahwa pembangunan desa harus tetap mengedepankan kearifan lokal dan kelestarian alam. Nilai-nilai positif yang sudah ada di masyarakat harus tetap dijaga. Masyarakat desa diyakini sangat memahami cara membangun dan menjaga desa mereka.
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
