Menristekdikti: Hampir setiap ibu ingin anaknya pintar seperti Habibie

id Menristekdikti, Mohamad Nasir ,Hampir setiap ibu ingin anaknya pintar seperti Habibie,habibie meninggal,BJ Habibie,wafat habibie

Menristekdikti: Hampir setiap ibu ingin anaknya pintar seperti Habibie

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir berbicara kepada wartawan usai konferensi Pameran Startup Teknologi dan Inovasi Industri Anak Negeri (I3E)  di Jakarta, Selasa (10/09/2019). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan salah satu tokoh terbesarnya, seorang bapak bangsa, bapak teknologi dan seorang eyang yang dicintai seluruh rakyat Indonesia.

"Hampir setiap Ibu menginginkan anaknya menjadi pintar seperti Bapak Habibie," ujar Menristekdikti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, terkait wafatnya Presiden ketiga Indonesia H Bacharuddin Jusuf Habibie.

Menurut Menristekdikti, selama puluhan tahun Habibie telah mengabdikan diri kepada bangsa Indonesia dalam bidang pengembangan Iptek dan Inovasi.

"Prof BJ Habibie adalah sosok yang sangat diidolakan semua kalangan baik dari segi intelektual, jiwa kepemimpinan hingga rasa kasih sayang Beliau terhadap keluarga dan sesama manusia," katanya.

Baca juga: Malaysia dan Inggris sampaikan duka cita wafatnya BJ Habibie

Menteri Nasir melihat BJ Habibie sebagai seorang Presiden, Bapak Teknologi Indonesia yang menjadi Menteri Riset dan Teknologi selama 20 tahun, dan sosok intelektual yang sukses membangun paradigma riset dan teknologi yang bisa membangun peradaban yang lebih maju untuk Indonesia.

Kontribusi Bapak BJ Habibie terhadap kemajuan bangsa Indonesia dinilai sangat inovatif, inspiratif dan bermakna bagi kemaslahatan bangsa.

Habibie menjadikan teknologi bangsa Indonesia disegani di tingkat dunia serta terus menerus menekankan pentingnya penguasaan iptek untuk kemajuan bangsa Indonesia.

BJ Habibie meninggal akibat gangguan pada jantung pada Rabu sekitar pukul 18.05 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Habibie dirawat di RSPAD sejak 1 September dan ditangani 44 tim dokter dipimpin oleh tim dokter kepresidenan.

Habibie yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 dalam karirnya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden, dan Menteri Riset dan Teknologi dan juga mempelopori lahirnya industri penerbangan di Tanah Air.

Baca juga: Habibie Wafat - Indonesia kibarkan bendera setengah tiang

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar