Legislator apresiasi keberhasilan polisi bongkar rumah pembuatan merkuri ilegal

id Dprd palangka raya, palangka raya, ruselita, rumah pembuatan merkuri

Legislator apresiasi keberhasilan polisi bongkar rumah pembuatan merkuri ilegal

Legislator Kota Palangka Raya, Ruselita. ANTARA/Adi Wibowo

Buntok (ANTARA) - Legislator Kota Palangka Raya Ruselita, mengapresiasi kinerja Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah yang berhasil membongkar rumah pembuatan merkuri ilegal di kawasan Kelurahan Pahandut Seberang Kecamatan Pahandut beberapa waktu lalu.

"Rumah pembuatan merkuri ilegal seperti ini yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, harus diberantas apabila ditemukan beroperasi di wilayah Palangka Raya," katanya di Palangka Raya, Jumat.

Menurutnya akan sangat membahayakan bagi daerah, kalau pihak kepolisian tidak berhasil membongkar rumah pembuatan bahan berbahaya tersebut.

Merkuri sering digunakan para penambang emas liar di Kalteng, untuk membedakan mana emas dan mana bukan emas saat menambang.

"Berhasil dibongkarnya praktik tersebut, diyakini berkat kerja sama dan dukungan warga setempat," ucapnya.

Maka dari itu, lanjut dia, kerja sama dalam membongkar hal-hal yang dapat merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat seperti ini harus diapresiasi serta terus ditingkatkan.

Jangan sampai warga hanya diam ketika mengetahui perbuatan seperti itu, karena dampak dari perbuatan pelaku dapat merugikan daerah dan juga masyarakat.

"Yang jelas selain dampak lingkungan yang mengalami kerusakan, kesehatan anak serta cucu kita kedepan sangat berbahaya, akibat adanya bahan berbahaya yang sering digunakan para penambang emas," ungkapnya.

Srikandi dari Partai Perindo Palangka Raya tersebut menambahkan, semoga dengan dibongkarnya hal tersebut oknum yang masih melakukan praktik serupa berhenti.

Hingga pada akhirnya praktik penambangan emas di Kalteng tak lagi menggunakan bahan berbahaya, yakni merkuri serta lainnya.

"Semoga kejadian ini menjadi kejadian terakhir dan tidak ada lagi," demikian Ruselita.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar