Sampit (ANTARA) - Kurikulum Merdeka diyakini membawa perubahan yang positif dalam dunia pendidikan, tidak terkecuali bagi satuan pendidikan di perdesaan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
"Gebyar Merdeka ini disambut gembira oleh anak-anak, orang tua serta kami sendiri sebagai pengajar. Semua bersemangat," kata Kepala TK Melati Yayasan Arhadin Desa Pelantaran, Siti Sri Dewi di Cempaga Hulu, Kamis.
Taman Kanak-Kanak Melati menggelar kegiatan Gebyar Merdeka. Ini merupakan bagian dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah, Camat Cempaga Hulu Ubaidillah, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal, Legendaria Okta Bellary Nusaku dan pejabat lainnya.
Dalam kegiatan ini, peserta didik menampilkan berbagai karya mereka, mulai dari hasil kerajinan hingga penampilan tarian. Peserta didik bersama orang tua mereka berupaya menampilkan yang terbaik.
"Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena para orang tua juga semangat mendukung semua kegiatan. Ini sangat bagus bagi pelaksanaan pendidikan kita," ujar Dewi.
Apresiasi juga disampaikan Irfansyah atas terlaksananya kegiatan tersebut. Dia senang melihat antusias para peserta didik dan orang tua dalam menyukseskan acara tersebut.
"Ini kolaborasi yang sangat bagus karena orang tua atau masyarakat merupakan salah satu pilar dalam pendidikan. Dukungan ini sangat bagus bagi penguatan mutu pendidikan di daerah kita," ujar Irfansyah.
Sementara itu Ubaidillah mengaku merinding dan bangga melihat penampilan anak-anak TK setempat. Dia atas nama pemerintah Kecamatan Cempaga Hulu mengapresiasi program Gebyar Merdeka untuk mewujudkan Indonesia pintar menuju Indonesia ber-Pancasila.
"TK Melati ini merupakan salah satu Sekolah Penggerak yang keberadaannya diharapkan turut memotivasi TK lainnya untuk menjadi TK penggerak," demikian Ubaidillah.
