Tips jaga massa dan kekuatan otot di usia 30-an

id massa otot,kekuatan otot

Tips jaga massa dan kekuatan otot di usia 30-an

Ilustrasi peregangan otot (ANTARA/Shutterstock/Tinna Pong)

Jakarta (ANTARA) - Health & Nutrition Specialist of Nutrifood Research Center Lina Antono, S.T.P, M.Sc berpendapat orang yang sudah berusia 35 tahun tahun tetap dapat menjaga massa dan kekuatan otot.
 
"Sudah berusia lebih 35 tahun bukan berarti sudah terlambat untuk menghambat penurunan massa otot," kata dia melalui diskusi yang digelar daring, Kamis (25/1) malam.

Upaya yang bisa dilakukan yakni menjaga asupan protein yang cukup sebagai bagian dari pola makan sehat dan rutin berolahraga.
Lina mengatakan asupan protein yang cukup penting guna menjaga massa otot karena protein merupakan komponen utama penyusun otot, sedangkan rutin beraktivitas fisik penting untuk melatih otot agar massa dan kekuatan otot dapat dijaga.

Khusus untuk protein, apabila seseorang bertujuan
untuk membentuk otot yang besar, maka dia membutuhkan kombinasi nutrisi yang lebih khusus dan
rutinitas olahraga yang intensif.
 
Kemudian, berbicara jenis aktivitas fisik yang direkomendasikan yakni jenis latihan resistensi atau latihan otot misalnya latihan beban, squat, sit-up, dan push-up.

Baca juga: Bell's palsy tidak terjadi karena paparan AC melainkan virus
 
Lalu terkait waktu berkegiatan, Lina mengingatkan apabila dilakukan malam hari, maka sebaiknya pastikan tidak sampai mengganggu waktu tidur karena istirahat yang cukup juga penting.
 
Dia menambahkan, massa otot yang cukup salah satunya dapat mendukung efektivitas program diet karena otot lebih efektif dalam membakar energi di dalam tubuh.

"Mereka yang memiliki massa otot yang lebih tinggi umumnya memiliki laju metabolisme yang lebih baik sehingga dapat mendukung efektivitas program diet," tutur dia.

Massa otot yang cukup juga penting agar tubuh
terlihat lebih kencang dan ramping.

"Tapi tetap perlu diingat untuk membatasi asupan kalori harian secara sehat dan rutin berolahraga agar diet bisa berhasil ya," demikian pesan dia.

Baca juga: Ini alasan osteoporosis lebih rentan menyerang wanita

Baca juga: Di usia berapakan penurunan massa otot terjadi?

Baca juga: Kenali penyebab kaku sendi yang terjadi usai penanganan patah tulang