Wabup Kotim tekankan pentingnya kerja sama penanganan sampah

id Pemkab Kotim, kalteng, Sampit, kotim, Kotawaringin Timur, wabup kotim, irawati, kebersihan, sampah

Wabup Kotim tekankan pentingnya kerja sama penanganan sampah

Wakil Bupati Kotim Irawati memimpin rapat koordinasi terkait pembagian tugas penanganan sampah dalam kota, Selasa (22/7/2025). ANTARA/HO-Diskominfo Kotim

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Irawati memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna membahas penanganan sampah di wilayah Kota Sampit, ia menekankan pentingnya kerjasama.

“Kami membahas pembagian tugas dalam penanganan sampah dari dinas-dinas terkait, baik itu yang di jalanan, pasar maupun trotoar. Intinya adalah sinergisitas semua dinas yang ditunjuk untuk menangani sampah, supaya tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab,” kata Irawati di Sampit, Selasa.

Irawati didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Masri memimpin rapat koordinasi yang dilaksanakan di Gedung B Setda Kotim.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman, serta unsur kecamatan setempat.

Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti permasalahan yang sedang ramai di masyarakat terkait sampah di kawasan pasar, khususnya Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.

Ia menyebut, sebenarnya untuk area dalam pasar sudah cukup bagus, yang menjadi sorotan justru sampah yang dibuang di luar pasar atau jalan depan pasar. Namun, hal ini justru menimbulkan perbedaan persepsi antar dinas terkait.

Maka dari itu, Irawati mengumpulkan semua dinas terkait untuk bersama menyatukan persepsi dan mencari solusi konkret agar penanganan sampai bisa lebih optimal.

“Makanya saya minta untuk membuka lagi peraturan bupati (perbup) terkait pembagian tugas itu, karena kalau begitu terus tidak akan ada habisnya. Makanya, melalui rapat ini kami memperjelas pembagian tugasnya,” demikian Irawati.

Baca juga: Legislator Kotim dukung pembentukan Askab PSSI

Terlepas dengan pembagian tugas itu, menurutnya yang terpenting adalah kerjasama semua pihak terkait. Bukan hanya tentang penanganan sampahnya, tetapi juga edukasi kepada masyarakat.

Edukasi tentang menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup. Misalnya edukasi kepada para pedagang, maka menjadi tanggung jawab Dinas Perdagangan. Begitu pula dalam hal pengawasan yang menurutnya masih kurang.

Irawati membeberkan, pada Minggu pagi lalu ia bersama Dinas Perdagangan melakukan gotong royong membersihkan kawasan PPM Sampit sekaligus sosialisasi kepada pedagang setempat.

Akan tetapi, para pedagang menyebut sampah yang berserakan di luar PPM Sampit itu bukan disebabkan mereka, melainkan pedagang yang berjualan di malam hari.

“Makanya itu, saya minta Dinas Perdagangan untuk mengawasi dan supaya ditegur kalau ada yang membuang sampah sembarangan, disuruh mungutin sampahnya dan buang ke tempat yang sudah disediakan atau ke depo sampah terdekat,” ujarnya.

Irawati berharap kolaborasi lintas OPD dan kesadaran masyarakat bisa mewujudkan Kota Sampit yang lebih bersih, sehat dan nyaman, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat ekonomi masyarakat.

“Bupati menginstruksikan agar setiap sebulan sekali diadakan gotong royong, setiap dinas diminta menurunkan tiga personel ke tempat-tempat yang dikategorikan harus gotong royong. Semoga dengan kerjasama ini kota kita menjadi kota yang bersih, sehat dan nyaman bagi kita semua,” demikian Irawati.

Baca juga: Dua pekerja sawit di Kotim diserang beruang madu saat bekerja

Baca juga: BPBD Kotim tingkatkan keterampilan masyarakat bantu tangani karhutla

Baca juga: Dispora Kotim segera koordinasikan pembentukan Askab PSSI


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.