Logo Header Antaranews Kalteng

Disdik Kotim tunggu juknis terkait Kepala Sekolah Perintis

Minggu, 3 Agustus 2025 18:14 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah. (ANTARA/Devita Maulina)

Sampit (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah belum menunjuk kepala Sekolah Perintis atau Sekolah Rakyat meski tahun ajaran 2025/2026 telah dimulai, lantaran belum ada petunjuk teknis (juknis) dari pusat.

“Kami belum ada rujukan, hingga saat ini kami belum ada perintah tertulis dari pusat, sehingga kami pun belum bisa menunjuk kepala untuk Sekolah Rakyat itu,” kata Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah di Sampit, Minggu.

Irfansyah menjelaskan, berdasarkan ketentuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang berwenang terkait pelaksanaan program Sekolah Rakyat, memang diserahkan kepada kabupaten, sedangkan untuk tenaga guru langsung dari pusat.

Namun, untuk menentukan kepala sekolah juga tidak bisa sembarangan dan tetap harus berdasarkan persetujuan dari pusat, sehingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut.

Ia juga menyebut kondisi ini tidak hanya terjadi di Kotim, tetapi juga daerah lainnya di wilayah Kalimantan Tengah yang melaksanakan program Sekolah Rakyat, yakni Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya.

“Kami sudah konsultasi juga ke Katingan yang telah duluan tapi belum juga. Kalau suratnya sudah ada baru kami bisa melakukan seleksi, sedangkan saat ini belum,” jelasnya.


Baca juga: Pemkab Kotim bentuk tim pengembangan Pulau Hanibung

Berkaitan dengan perkembangan Sekolah Rakyat ini, Wakil Bupati Kotim Irawati menyampaikan pihaknya masih dalam tahap penjaringan calon murid, khususnya untuk calon murid Sekolah Dasar (SD).

Ketentuan terbaru dari Kemensos, selain memenuhi kuota murid yang telah ditetapkan, pemerintah daerah juga harus mencari tambahan 10 persen sebagai cadangan. Adapun, kuota murid Sekolah Rakyat Kotim adalah masing-masing 50 orang untuk jenjang SMA dan SD.

“Saat ini, jumlah calon murid yang sudah berhasil kami data untuk jenjang SMA sudah memenuhi yakni 55 orang, sedangkan SD 45 orang jadi kurang 10 lagi,” bebernya.

Untuk menjaring calon murid itu, Irawati secara proaktif mendatangi kediaman calon murid dan bertemu langsung dengan orang tua atau wali dari anak tersebut. Ia optimistis dengan cara ini target kuota calon murid dapat segera terpenuhi.

Walaupun, upaya penjaringan calon murid ini sempat terkendala, khususnya untuk SD, lantaran banyak orang tua tidak tega melepaskan anaknya untuk tinggal di asrama, namun dengan sosialisasi yang diberikan langsung oleh Wakil Bupati kini respons mereka pun berubah.

“Setelah kami turun menjelaskan dan menunjukan video Sekolah Rakyat dari Kemensos mereka tertarik, malah senang, termasuk si anak. Kami yakin kuota calon murid itu dapat segera terpenuhi,” demikian Irawati.


Baca juga: BPBD Kotim distribusikan 12.000 liter air bersih ke Bagendang Permai

Baca juga: Peduli pendidikan, PT Globalindo Alam Perkasa berikan bantuan 250 paket perlengkapan sekolah

Baca juga: Tak kunjung hujan, sejumlah desa di Kotim minta bantuan air bersih



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026