Logo Header Antaranews Kalteng

UMPR bekali guru-siswa Kampung Wisata Kereng Bengkirai jadi duta wisata cilik

Jumat, 8 Agustus 2025 17:46 WIB
Image Print
UMPR bekali guru-siswa Kampung Wisata Kereng Bengkirai jadi duta wisata cilik (ANTARA/HO-Humas UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Tim Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) melalui program pengabdian kepada masyarakat membekali guru dan siswa Sekolah Dasar di Kampung Wisata Kereng Bengkirai untuk menjadi duta wisata cilik lewat Bahasa Inggris digital.

"Kegiatan ini kami laksanakan dengan tajuk 'Pendampingan Pengajaran Bahasa Inggris untuk Sustainable Tourism Menggunakan Bahan Ajar Digital'. Kami laksanakan di SDN 2 Kereng Bengkirai, Kota Palangka Raya," kata Ketua Tim Pelaksana UMPR, Verawati MPd di Palangka Raya, Jumat.

Dia mengatakan, program ini menyasar peningkatan kompetensi guru dan siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Inggris berbasis digital yang terintegrasi dengan konteks pariwisata lokal. Kegiatan ini juga sekaligus mendorong lahirnya “duta wisata cilik” yang mampu memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Kereng Bengkirai kepada wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Melalui pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual dan berbasis teknologi, kami ingin membekali generasi muda dengan keterampilan berbahasa sekaligus memperkuat kesadaran akan potensi daerahnya,” ujar Verawati.

Kampung Wisata Kereng Bengkirai, yang merupakan gerbang utama menuju Taman Nasional Sebangau, dikenal sebagai destinasi ekowisata andalan di Kalimantan Tengah.

Namun, keterbatasan bahan ajar yang relevan dengan dunia pariwisata menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi sekolah-sekolah di kawasan tersebut.

Baca juga: Dosen UMPR latih guru sekolah dasar dukung digitalisasi pembelajaran Bahasa Inggris

Melalui program ini, para guru dilatih membuat modul ajar digital interaktif yang memuat kosakata dan dialog berbahasa Inggris seputar dunia pariwisata. Tak hanya guru, siswa juga mendapatkan pelatihan komunikasi sederhana, serta didorong untuk membuat vlog, video edukasi, dan konten kreatif lainnya dalam Bahasa Inggris yang mempromosikan budaya lokal.

“Kami berharap siswa-siswi di sini tak hanya jadi penonton, tapi juga pelaku dalam dunia pariwisata. Mereka bisa menjadi agen perubahan dan promotor budaya lokal lewat media digital,” tambah Verawati.

Kegiatan yang didanai oleh Kemdiktisaintek ini turut melibatkan dua dosen pendamping lainnya yakni Nur Annisa ME dan Suriansyah MPd serta dua mahasiswa dari Prodi PGSD dan Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan berlangsung sepanjang tahun 2025 dan dirancang dalam beberapa tahap mulai dari sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, penerapan teknologi pembelajaran, hingga evaluasi dan keberlanjutan program.

Melalui pendekatan ini, UMPR tidak hanya menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan daya saing pariwisata lokal dan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Baca juga: Tim dosen Fisipol UMPR latih Pokdarwis pertolongan pertama kecelakaan

Baca juga: Fakultas Hukum UMPR-UPR kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

Baca juga: Tim Akdemisi UMPR berdayakan Komunitas Bunda Sehati lewat pengelolaan kain perca



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026