
Jaga stabilitas harga, Polres Barut luncurkan Gerakan Pangan Murah

Muara Teweh (ANTARA) - Polres Barito Utara, Kalimantan Tengah, meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di seluruh jajaran Polsek wilayah hukum setempat dalam upaya mendukung program pemerintah menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk konkret peran aktif Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat," kata Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto Melalui Kasubsi Penmas Si Humas Polres setempat Iptu Novendra WP di Muara Teweh, Kamis.
Kegiatan dipusatkan di halaman Mapolres Barito Utara turut disemarakkan dengan pelaksanaan video konferensi bersama Mabes Polri sebagai wujud sinergisitas antara Polri dan Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan pangan.
Dalam kegiatan ini Polres Barito Utara bekerja sama dengan Bulog Cabang Muara Teweh menyalurkan 2.000 kilogram (2 ton) beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kepada masyarakat.
Seluruh beras yang dikemas dalam 400 sak tersebut dijual dengan harga Rp57.000 per 5 kilogram dan habis terjual kepada sekitar 350 orang pembeli.
"Selain beras, masyarakat juga mendapatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng dan gula dengan harga yang lebih murah dari harga pasar," katanya.
Dia mengatakan, Polres Barito Utara bersama Bulog berkomitmen membantu masyarakat melalui program GPM ini dengan harapan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di berbagai kecamatan untuk memastikan masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah, tetap mendapatkan akses terhadap pangan dengan harga terjangkau.
Baca juga: DPRD dan Pemkab Barut teken nota kesepakatan KUA-PPAS APBD 2026
"Ini juga bentuk sinergi nyata Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah kami. Melalui GPM ini, kami ingin memperkuat kolaborasi antar instansi dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi," lanjutnya.
Program GPM ini direncanakan akan terus berlanjut di seluruh kecamatan di Kabupaten Barito Utara hingga akhir tahun 2025.
"Diharapkan, keberadaan program ini mampu menjadi solusi strategis dalam menjaga daya beli masyarakat dan menekan gejolak harga bahan pokok," kata Iptu Novendra.
Baca juga: Legislator Barut minta PNS harus bangun mentalitas bukan mengejar status
Baca juga: Fraksi PDIP DPRD Barut dukung transformasi digital dan ekonomi kerakyatan
Baca juga: Legislator Barut apresiasi pelatihan bagi Poktan Dusun Bangdep
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
