Logo Header Antaranews Kalteng

Kelapa sawit memegang peranan penting bagi perekonomian Kalteng

Rabu, 20 Agustus 2025 20:35 WIB
Image Print
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko saat bimtek di Palangka Raya, Rabu (20/8/2025). ANTARA/MMC Kalteng.

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, tidak hanya menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga sumber penghidupan bagi ribuan petani dan keluarga di provinsi ini.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko saat menghadiri sekaligus membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tim Pendataan Perkebunan Sawit Rakyat, di Palangka Raya, Rabu.

"Jadi, kelapa sawit benar-benar memegang peran penting bagi perekonomian di provinsi ini," ucapnya.

Melihat besarnya peran kelapa sawit tersebut, Pemprov Kalteng pun berkomitmen untuk terus dan konsisten mendukung percepatan transformasi perkebunan yang berkelanjutan, inklusif dan berdaya saing.

Yuas mengatakan, bimtek ini merupakan satu dari banyak langkah sekaligus komitmen yang telah dilakukan Pemprov Kalteng dalam mendukung percepatan transformasi perkebunan kelapa sawit ini.

"Saya berharap, kegiatan ini sebagai tonggak perubahan menuju tata kelola kebun sawit, khususnya milik rakyat yang lebih baik dan bermartabat," ucapnya.

Berdasarkan hasil pendataan Dinas Perkebunan Kalteng, kebun sawit rakyat sumber dana Bagi Hasil Sawit (DBH) tahun 2024, tercatat sebanyak 1.000 pekebun sawit rakyat di beberapa kabupaten/kota.

Baca juga: Polda Kalteng perkuat sinergi cegah penjarahan sawit

Dengan rincian adalah Kabupaten Kapuas sebanyak 150 pekebun, Kabupaten Lamandau 200 pekebun, Kabupaten Sukamara 230 pekebun, Kabupaten Pulang Pisau 200 pekebun, dan Kabupaten Seruyan 284 STDB pekebun.

"Jumlah tersebut, masih perlu dilengkapi dan diverifikasi, serta akan ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan lapangan dan pemetaan pada tahun 2025," kata Yuas.

Menurut dia, dengan data yang valid dan sistem informasi terintegrasi, akan lebih siap menghadapi tantangan nasional maupun global, termasuk tuntutan keberlanjutan dan keterlacakan (traceability) dari pasar ekspor.

"Mari sama-sama menjadikan Kalteng sebagai perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, inklusif dan berdaya saing," demikian Yuas.

Baca juga: Industri sawit di Kalteng berkelanjutan dan memperhatikan lingkungan

Baca juga: Ketua DPRD: Pemkab Kotim harus bekerja lebih keras tingkatkan PAD

Baca juga: Perusahaan sawit peduli pendidikan melalui bantuan 250 paket perlengkapan sekolah



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026