Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah dorong keberlanjutan terhadap lahan demplot pertanian, yang di persiapkan untuk kegiatan Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan (KTNA) di area Sport Center Pangkalan Bun.
"Dari awal itu kami punya konsep, lahan demplot itu berkelanjutan. Tidak hanya untuk kegiatan Peda KTNA provinsi saja," kata Kepala Dinas Pertanian Kobar Kris Budi Hastuti di Pangkalan Bun, Senin.
Dirinya pun menyebut pihaknya akan mensupport lahan tersebut dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk di tahun pertama, dan untuk pengelolaan terhadap lahan serahkan kepada kelompok tani Dinas Pertanian Kobar.
"Diharapkan dengan keberlanjutan tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya kaum milenial di Kobar," kata Kris Budi
Dia pun menyampaikan, keberadaan lahan demplot itu juga sebagai bentuk nyata pihaknya, dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
"Lahan itu juga sebagai bentuk tindak lanjut kita terhadap program Bapak Presiden, baik itu Swasembada Pangan maupun untuk penyiapan progam Makan Bergizi Gratis (MBG)," disampaikannya.
Dia mengungkapkan, melihat antusias masyarakat terhadap lahan tersebut, dirinya merasa senang dan bangga. Pasalnya dari sebelum terlaksananya kegiatan Peda KTNA sampai selesai kegiatan tersebut, masyarakat masih terus berkunjung ke lokasi demplot itu.
Baca juga: KTNA dukung penuh Pemkab Kobar pertahankan lahan demplot pertanian
"Dari belum mulai pelaksanaan Peda KTNA sampai dengan saat ini, itu seperti menjadi destinasi wisata baru, setiap sore masih banyak masyarakat yang datang ke lahan itu," ungkapnya.
Lanjutnya, selain masyarakat umum, lahan itu juga di kunjungi oleh pihak sekolah-sekolah mulai dari tingkat TK hingga SLTA banyak yang berkunjung.
"Jadi semua yang datang itu untuk menimba ilmu di lokasi itu, karena demplot inikan percontohan pertanian dan sarana edukasi bagi mereka, berbagai tanaman ada disana mulai dari tanaman komoditas, tanaman tahunan serta buah-buahan," demikian Kris Budi.
Baca juga: Pemkab Kobar ajukan banding perkara gugatan aset lahan demplot pertanian
Baca juga: Wabup Kobar: Kebugaran ASN berdampak besar terhadap pelayanan prima
Baca juga: Pemkab Kobar terus tingkatkan kebersamaan melalui 'makan behampar'
