Logo Header Antaranews Kalteng

Wabup ingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor tangani stunting di Kobar

Senin, 8 September 2025 17:38 WIB
Image Print
Suasana rakor Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpim Wakil Bupati Kobar Suryanto di aula Kantor Bupati di Pangkalan Bun, Senin (8/9/2025). ANTARA/Safitri RA.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah Suyanto mengakui, penanganan stunting di kabupaten setempat masih memiliki tantangan yang cukup besar, serta membutuhkan kerjasama maupun kolaborasi lintas sektor.

Pengakuan itu disampaikan dirinya usai membuka secara langsung rapat koordinasi Percepatan Penurunan Stunting, dalam rangka pelaksanaan Program Bangga Kencan Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun, Senin.

"Stunting ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Jadi, perlu kerjasama dan kolaborasi yang baik antar lintas sektor," kata Suyanto.

Dia juga menyebut dalam upaya penurunan stunting, bukan hanya turunnya angka prevalensi, tetapi juga mencetak generasi emas Kotawaringin Barat yang cerdas, tangguh dan berdaya saing.

"Kami mengajak, mari jadikan tahun 2025 ini moment kolaborasi serta konsisten percepatan kerja nyata dalam menjalankan program dan kegiatan yang telah di rencanakan," ujarnya.

Wabup Kobar ini juga menekankan pentingnya penajaman program dan kegiatan penurunan stunting di tahun 2025. Di mana langkah-langkah yang harus dilakukan diantaranya, penguatan intervensi spesifik yang tertuju untuk optimalisasi pelayanan kesehatan, peningkatan cakupan pemberian makanan bergizi.

Kemudian, peningkatan akses air bersih dan sanitasi yang layak di setiap desa dan kelurahan, program ketahanan pangan keluarga dengan pemanfaatan pekarangan rumah.

"Pemerintah Desa pun diharapkan mengalokasikan dana desa untuk program pencegahan stunting serta tindak lanjutnya," tandas Suyanto.

Baca juga: Pengoptimalan digitalisasi diharap tingkatkan layanan desa dan kelurahan di Kobar

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) Agus Basrawiyanta mengatakan, melalui kegiatan rakor tersebut menjadi komitmen bersama dalam penanganan kasus stunting di daerah.

"Dengan kegiatan ini menjadi wadah kita bersama dalam menyamakan persepsi, untuk pencegahan khususnya dan penanganan stunting," ucapnya.

Lanjutnya, yang menjadi komitmen pihaknya dalam rakor tersebut yaitu kegiatan pelaksanaan evaluasi sampai pada pelaporan, terkait data-data yang harus disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, ada beberapa program yang akan dilaksanakan pihaknya dalam upaya penanganan stunting tersebut.

Adapun program-program itu diantaranya, program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Ganti (Gerakan Orang Tua Teladan Indonesia), Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan program Sidaya (Lansia Berdaya).

"Program Sidaya ini agar para lansia di Kotawaringin Barat itu juga mempunyai peran aktif, supaya mereka ini tidak merasa tidak memiliki peran, jadi melalui program tersebut mereka dapat merawat dirinya sendiri. Sehingga mereka mempunyai daya," demikian Agus.

Baca juga: Sembilan nilai kunci utama Sabuai jadi percontohan desa antikorupsi

Baca juga: Pemkab dan DPRD Kobar sepakati KUA-PPAS 2026

Baca juga: Bupati Kobar siapkan langkah strategis dukung kebijakan pusat di daerah



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026