Sampit (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menyampaikan bahwa penyaluran perlengkapan untuk program digitalisasi pembelajaran di wilayah Kalteng sudah mencapai 100 persen.
“Alhamdulillah, untuk digitalisasi pembelajaran sudah tersalur 100 persen, jadi diharapkan kedepannya tidak ada lagi gap antara pendidikan di pedesaan dan perkotaan karena gurunya bisa dari mana saja,” kata Reza di Sampit, Sabtu.
Ia menjelaskan, program digitalisasi pembelajaran ini adalah inisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran yang dilaksanakan melalui Disdik Kalteng.
Program ini adalah langkah nyata dari Pemprov Kalteng dalam memanfaatkan transformasi digital untuk dunia pendidikan dengan sarana pendukung seperti papan tulis interaktif dan jaringan internet yang stabil.
Untuk mendukung terlaksananya program ini Pemprov Kalteng melalui Disdik membagikan sejumlah peralatan, antara lain papan tulis interaktif, panel surya dan untuk beberapa sekolah yang berada di wilayah blank spot atau susah sinyal juga ada bantuan Starlink.
“Jadi yang dimaksud 100 persen itu adalah distribusinya, adapun untuk implementasinya itu butuh waktu dan proses dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di sekolah masing-masing. Tapi yang jelas kita tidak akan pernah menyerah dengan waktu dan proses itu,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Kalteng beri respons cepat, tinjau jalan nasional terputus di Katingan
Ia melanjutkan, Disdik Kalteng juga berupaya untuk terus menyempurnakan program ini, salah satunya melalui peluncuran Aplikasi Huma Betang yang di dalamnya terdapat kelas digital untuk meminimalkan kesenjangan pendidikan di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Melalui aplikasi ini guru yang mengajar bisa dari mana saja dan menjangkau mana saja, sehingga kualitas pendidikan yang diberikan pun sama.
“Contohnya di SMAN 1 Sampit, ada alumni yang sekarang posisinya di Pontianak dan menjadi mahasiswa di Universitas Tanjungpura (Untan) yang berbagi pengalamannya dengan juniornya yang masih sekolah SMAN 1 Sampit,” bebernya.
Contoh lainnya dari pemanfaatan program digitalisasi pembelajaran, saat kunjungan kerja Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di SMAN 1 Sampit tengah melaksanakan pembelajaran secara hybrid bersama dengan SMAN 3 Sampit.
“Contoh ini merupakan wujud nyata dari terobosan luar biasa dengan memanfaatkan digitalisasi, sehingga jarak dan waktu tidak lagi menjadi halangan dan dapat memajukan pendidikan di Kalimantan Tengah,” demikian Reza.
Baca juga: Gubernur Kalteng minta perwakilan perusahaan 'angkat kaki' dari ruang rapat
Baca juga: Disdik Kalteng data 34.000 calon penerima siapkan seragam dan sepatu gratis
Baca juga: Dinas Perikanan Kotim terus gencar kampanyekan gemar makan ikan
