Muara Teweh (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah tingkatkan pemahaman tata cara dan sistem pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptive Vertica di SMPN 1 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.
"Kami melakukan sosialisasi dan simulasi kepada pelajar sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan uji kemahiran berbahasa," kata Penyuluh Bahasa Balai Bahasa Kalteng Farhan Rusli Fadloli di Muara Teweh, Selasa.
Menurut dia, Tim Balai Bahasa akan memperlihatkan bagaimana cara mengerjakan soal-soal UKBI serta memastikan sistem ujiannya sudah bisa digunakan oleh peserta.
Biodata peserta yang sebelumnya telah diisi melalui guru masing-masing akan digunakan sebagai data pendaftaran peserta UKBI oleh tim Balai Bahasa. Adapun jadwal ujian resminya masih menunggu penetapan dari pihak Balai Bahasa pusat.
"Untuk jadwal ujiannya masih dalam proses penjadwalan. Kami akan menyesuaikan dengan jadwal nasional yang cukup padat, dan informasi resmi akan disampaikan melalui pihak sekolah," katanya.
Farhan mengatakan, SMPN 1 Muara Teweh memiliki sekitar 800 siswa yang berpotensi mengikuti UKBI. Oleh karena itu, pelaksanaan ujian akan diatur dalam beberapa sesi, dengan jumlah peserta sekitar 100 orang per sesi dan durasi ujian 2–3 jam.
Selain itu, dia turut memberikan motivasi kepada para siswa dengan mencontohkan prestasi sekolah lain di Kalteng yang pernah meraih predikat pelaksana UKBI terbaik nasional dan mendapatkan apresiasi hingga tingkat internasional.
"Semoga tahun depan, SMPN 1 Muara Teweh juga bisa meraih prestasi serupa, bahkan lebih baik lagi. Tetap semangat, dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian dalam UKPT nanti," ujar Farhan.
Kepala SMPN 1 Muara Teweh Maslan mengatakan kegiatan UKBI di sekolahnya dikuti siswa kelas IX yang merupakan sarana penting untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia di kalangan pelajar.
"Mari kita jadikan UKBI ini sebagai langkah awal untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan berbahasa kita. Ingatlah, bahasa adalah jendela dunia dan jati diri bangsa," ucap dia.
Maslan mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim Balai Bahasa Kalteng yang telah hadir untuk melakukan sosialisasi, simulasi, dan pendampingan pelaksanaan UKBI di sekolah tersebut.
"SMPN 1 Muara Teweh berkomitmen untuk terus menguatkan pembinaan bahasa dengan berpegang pada semboyan “Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” kata dia.
Selain mengembangkan bahasa Indonesia, sekolah ini juga aktif melestarikan bahasa daerah Berumpai sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Barito Utara.
Maslan menambahkan, rasa bangganya meningkat karena dua hari sebelumnya siswa-siswi SMPN 1 Muara Teweh berhasil menyapu bersih seluruh cabang lomba Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Barito Utara.
“Prestasi ini membuktikan bahwa siswa-siswi SMPN 1 Muara Teweh tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu mempertahankan dan mengembangkan bahasa serta budaya daerah,” ungkapnya.
Pelajar yang juara, tiga di antaranya adalah siswa kelas IX antara lain Naisila Damara dari Kelas 9C Juara 2 Menulis Cerpen.
Dinda Prameswari dari Kelas 9F Juara 2 Karungut dan Elzanti Maharani Juara 1 Pidato.
"Prestasi ini membuktikan bahwa siswa-siswi kita bukan hanya mahir di bidang akademis, tetapi juga tangguh dalam mempertahankan dan mengembangkan bahasa serta budaya daerah," ujarnya.
Dia menjelaskan pelaksanaan UKBI kali ini masih terbatas bagi sebagian siswa kelas IX karena kendala daya listrik sekolah yang menyebabkan sebagian pendingin ruangan belum dapat beroperasi.
"Insya Allah ini hanya kendala sementara. Kami sudah berupaya agar dalam waktu dekat daya listrik sekolah dapat ditingkatkan, sehingga seluruh fasilitas penunjang belajar bisa berfungsi optimal," kata Maslan.
