
Legislator Palangka Raya prihatin Puskesmas Panarung kekurangan dokter umum

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Arif M Norkim mengaku prihatin dengan Puskesmas Panarung, karena sampai saat ini masih kekurangan tenaga dokter umum dalam melayani masyarakat.
Dokter umum di Puskesmas Panarung saat ini hanya ada empat orang dan harus melayani pasien yang jumlahnya sangat banyak setiap harinya, kata Arif di Palangka Raya, Kamis.
"Satu orang dokter harus melayani sekitar 5.000 warga. Artinya jumlah itu masih sangat kurang dan perlu ditambah, agar pelayanan kesehatan tidak terhambat," ucapnya.
Legislatir Palangka Raya itu menyebut, kondisi ini dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah kota, agar pelayanan kesehatan kepada warga dapat berjalan optimal. Terlebih keberadaan dokter umum merupakan elemen penting dalam suatu pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
"Kekurangan tenaga medis di Puskesmas Panarung berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC)," ujarnya.
Arif menjelaskan, berdasarkan data yang diterimanya saat melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Panarung beberapa waktu lalu, penerima manfaat UHC hasil kerja sama Pemerintah Kota Palangka Raya dengan BPJS Kesehatan mencapai hampir 20 ribu orang.
Namun, jumlah masyarakat yang benar-benar memanfaatkan layanan kesehatan di Puskesmas Panarung tidak sampai 1.000 orang setiap bulannya.
Menurutnya, hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk keterbatasan tenaga kesehatan dan kurangnya sosialisasi tentang pentingnya memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sudah disediakan pemerintah.
"Kami melihat masyarakat belum sepenuhnya sadar untuk memeriksakan kesehatan secara rutin, ditambah lagi sosialisasi dari pihak puskesmas masih terbatas karena kendala anggaran," kata dia.
Arif menilai, Pemerintah Kota Palangka Raya perlu memperkuat anggaran sektor kesehatan, khususnya untuk menunjang peningkatan tenaga medis serta kegiatan promotif dan preventif di tingkat puskesmas.
Salah satu dampak kurangnya sosialisasi kesehatan kepada masyarakat dapat terlihat dari masih ditemukannya kasus penyakit menular, seperti demam berdarah dengue (DBD), di wilayah kerja Puskesmas Panarung.
Baca juga: DPRD minta warga parkir di area resmi demi ketertiban kota
"Belum lama ini ada satu kasus DBD yang ditemukan di wilayah itu. Ini menjadi tanda bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masih perlu ditingkatkan," beber dia.
Arif berharap, ke depan Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Dinas Kesehatan bisa menambah tenaga dokter di Puskesmas Panarung, sekaligus memperkuat program sosialisasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
"Dengan tenaga medis yang cukup dan edukasi yang intensif, saya yakin pelayanan kesehatan di Puskesmas Panarung bisa lebih maksimal, dan masyarakat akan lebih peduli terhadap kesehatannya," demikian Arif.
Baca juga: DPRD harapkan pembangunan di Palangka Raya tidak bergantung TKD
Baca juga: 150 peserta dari berbagai Indonesia ikuti webinar inovasi pembelajaran AI
Baca juga: FBIT UMPR laksanakan konferensi internasional hadirkan akademisi luar negara
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
