Logo Header Antaranews Kalteng

Fakultas Psikologi UMPR laksanakan kuliah umum teknik observasi dan wawancara

Senin, 27 Oktober 2025 18:30 WIB
Image Print
Fakultas Psikologi UMPR laksanakan kuliah umum teknik observasi dan wawancara (ANTARA/HO-Humas UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) menyelenggarakan kuliah umum bertema Observasi dan Wawancara dalam Psychological First Aid (PFA) "Kunci Pertolongan Psikologis yang Efektif di Aula Kampus 1 UMPR".

Dekan Fakultas Psikologi UMPR, Haris Munandar SPsi MPsi di Palangka Raya, Senin menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membekali mahasiswa psikologi dengan kemampuan praktis yang sangat dibutuhkan di lapangan," katanya.

Dia mengatakan, di Kalimantan Tengah, kondisi bencana alam sering kali menimbulkan dampak psikologis yang besar. Dengan memahami teknik observasi dan wawancara dalam PFA, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih untuk menjadi agen pemulihan yang empatik, tangguh dan peka terhadap budaya lokal.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Psikologi UMPR untuk terus menguatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang intervensi psikologi berbasis masyarakat, serta mendukung kesiapsiagaan psikologis di daerah rawan bencana.

Baca juga: Akreditasi Prodi PGSD UMPR targetkan raih predikat unggul

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami prinsip dasar observasi dan wawancara dalam Psychological First Aid (PFA), menerapkan pendekatan berbasis kearifan lokal serta berperan aktif dalam memberikan dukungan psikologis awal di situasi darurat atau pascabencana.

Fakultas Psikologi UMPR berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini sendiri menghadirkan dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Dr Niken Titi Pratitis, MSi Psikolog sebagai narasumber serta dosen Fakultas Psikologi UMPR, Yeni Ariyani MPsi Psikolog, sebagai moderator.

Kuliah umum ini diikuti oleh seluruh dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Psikologi. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya teknik observasi dan wawancara dalam memberikan pertolongan psikologis pertama (PFA), terutama di situasi darurat seperti bencana alam, krisis kesehatan, maupun peristiwa traumatis pribadi.

Dr Niken menjelaskan bahwa pendekatan PFA dibangun berdasarkan konsep ketahanan manusia (human resilience), dengan tujuan untuk membantu individu mengurangi gejala stres, menemukan kembali rasa aman, dan memulihkan keseimbangan psikologis setelah mengalami peristiwa berat.

Ia juga menekankan pentingnya kearifan lokal dalam pelaksanaan PFA, karena konteks budaya dan nilai-nilai lokal memiliki peran penting dalam efektivitas pertolongan psikologis.

“Pertolongan pertama psikologis bukan hanya tentang teori, tapi tentang kepekaan terhadap konteks sosial dan budaya tempat kita membantu. Kearifan lokal memberi makna pada empati,” ujar Niken.

Kegiatan ini menjadi sangat relevan mengingat Kalimantan Tengah merupakan wilayah yang sering mengalami bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam situasi tersebut, kehadiran tenaga psikologi yang mampu memberikan pertolongan awal sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat mengatasi trauma dan stres pascabencana.

Baca juga: Yudisium D3 Farmasi UMPR jadi momen refleksi perjuangan lulusan

Baca juga: 150 peserta dari berbagai Indonesia ikuti webinar inovasi pembelajaran AI

Baca juga: UMPR gelar pelatihan penyusunan modul bermuatan Filosofi Dandang Tingang



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026