Logo Header Antaranews Kalteng

Sekolah Rakyat harapan baru bagi anak kurang mampu di Gunung Mas

Rabu, 12 November 2025 11:40 WIB
Image Print
Legislator Gumas Evandi (bertopi), didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Beben Martinus, saat berkunjung ke Sekolah Rakyat di Kuala Kurun, Kamis (16/10/2025). (ANTARA/Chandra)

Kuala Kurun (ANTARA) - Legislator Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah menyambut baik keberadaan Sekolah Rakyat yang dinilai menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pemerataan pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat merupakan terobosan penting karena memberikan kesempatan belajar yang layak bagi anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan formal akibat keterbatasan ekonomi, ucapnya di Kuala Kurun, Selasa.

“Saya menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat di Gumas. Program ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda yang berasal dari keluarga kurang mampu,” sambungnya.

Program Sekolah Rakyat sejalan dengan komitmen DPRD dan Pemkab Gumas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya Sekolah Rakyat, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tertinggal dalam pendidikan.

Baca juga: Ketua DPRD Gumas apresiasi konsistensi pemkab dalam pembangunan bidang olahraga

Sebab peserta didik Sekolah Rakyat mendapatkan pendidikan yang layak, ditunjang dengan pemenuhan keperluan sehari-hari, asrama, kebutuhan belajar, dan lainnya, yang ditanggung pemerintah.

“Ini adalah langkah besar menuju pemerataan kesempatan dan pengentasan kemiskinan melalui pendidikan,” imbuh wakil rakyat dari daerah pemilihan III, yang meliputi Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Miri Manasa, dan Damang Batu ini.

Ia pun berpesan kepada peserta didik Sekolah Rakyat Gumas agar giat dan fokus belajar, mencari dan mengembangkan berbagai potensi dan bakat yang dimiliki, serta selalu mendengarkan perkataan orang tua dan para guru.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Gumas Jhonson Ahmad menyampaikan Sekolah Rakyat rintisan di kabupaten setempat menampung 100 peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang diluncurkan pada 29 September 2025.

Dari jumlah tersebut, terdapat 53 siswa laki-laki dan 47 siswa perempuan dengan kriteria utama Putus Sekolah, Tidak Pernah Sekolah, dan Rentan untuk Putus Sekolah. Para siswa ini berasal dari dari wilayah Gumas.

"Untuk Sekolah Rakyat Permanen, rencananya akan mulai dibangun tahun ini juga di Desa Tumbang Tambirah Kecamatan Kurun. Sekolah Rakyat Permanen diperkirakan mampu menampung 900 siswa," demikian Jhonson Ahmad.

Baca juga: Pemkab Gumas terus berupaya perkuat karakter generasi muda

Baca juga: HUT ke-14 partai jadi momentum NasDem DPRD Gumas tingkatkan pengabdian

Baca juga: Bupati lantik PAW Pimpinan Baznas Gumas 2024-2029



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026