Palangka Raya (ANTARA) - Tim mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Pembuatan Buku Saku Tanaman Obat Suku Dayak Kalimantan Tengah pada Mahasiswa Farmasi”.
"Kegiatan ini digelar di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalteng sebagai upaya melestarikan pengetahuan tradisional masyarakat Dayak," kata Pemimpin PKM apt Rabiatul Adawiyah SFarm MSi di Palangka Raya, Kamis.
Dia menambahkan, pelatihan itu melibatkan sejumlah mahasiswa Farmasi UMPR sebagai anggota tim, di antaranya Muhammad Rizky, Nabila Nur Karina, Nasyifa Suci Ramadhani, Naufal Yafi Tamama, Noor Khalisa, Norisma, Olpa dan Putry Amanda.
Adapun narasumber yang hadir yakni apt Rabiatul Adawiyah, SFarm MSi dan Karyati MPd, dengan peserta pelatihan yaitu mahasiswa Program Studi Farmasi UMPR.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya dokumentasi ilmiah tanaman obat tradisional suku Dayak, teknik penulisan buku saku ilmiah, serta cara mengemas informasi secara edukatif dan menarik.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk menghubungkan antara ilmu farmasi modern dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kearifan lokal sebagai bagian dari ilmu farmasi. Kami berharap buku saku yang dihasilkan nantinya bisa menjadi sarana edukatif bagi masyarakat dan tenaga kesehatan dalam mengenal potensi tanaman obat khas Dayak,”
ujar Rabiatul
Selain memperkuat pemahaman mahasiswa dalam bidang etnofarmasi, kegiatan ini juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) serta poin 11 (Pelestarian Kebudayaan Lokal).
“Kami berharap program ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam berperan sebagai agen perubahan, yang tidak hanya memahami ilmu kesehatan, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal,”
tutup apt Rabiatul Adawiyah
Sementara itu, Karyati MPd selaku narasumber kedua menekankan pentingnya kemampuan menulis dan mengomunikasikan pengetahuan lokal dalam bentuk yang mudah dipahami.
“Mahasiswa tidak hanya belajar tentang bahan alam, tetapi juga belajar bagaimana menuliskannya dengan bahasa yang ilmiah dan komunikatif. Ini penting agar pengetahuan lokal tidak hilang, tetapi terus hidup melalui karya akademik,”
ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian yang berkelanjutan. Tim PKM juga berencana mengembangkan hasil buku saku tersebut menjadi bentuk e-book atau media pembelajaran digital agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
Baca juga: Akademisi FKIP UMPR latih mahasiswa membuat materi pembelajaran lewat canva
Baca juga: FBI UMPR dorong UMKM Barito Selatan naik kelas lewat pelatihan digital pemasaran
Baca juga: Dosen UMPR latih mahasiswa tentang kewirausahaan ekonomi kreatif
