Logo Header Antaranews Kalteng

Legislator Kotim minta PLN benahi infrastruktur listrik perdesaan

Kamis, 13 November 2025 20:40 WIB
Image Print
Anggota Komisi II DPRD Kotim Zainuddin (kiri) menyerahkan surat permohonan resmi kepada PLN Cabang Sampit untuk penggantian tiang listrik yang belum memenuhi standar, Senin (10/11/2025). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyoroti masih adanya penggunaan tiang listrik kayu oleh warga di beberapa wilayah perdesaan dan meminta PT PLN (Persero) untuk segera melakukan pembenahan.

“Di Desa Handil Sohor dan Samuda Kota memang tidak ada tiang PLN. Jadi kabelnya disambung oleh masyarakat menggunakan tiang kayu. Ini tentu berisiko, apalagi saat cuaca ekstrem,” kata anggota Komisi II DPRD Kotim Zainuddin di Sampit, Kamis.

Hal ini ia sampaikan lebih khususnya karena melihat kondisi kelistrikan di wilayahnya di Daerah Pemilihan (Dapil) III Kotim yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit.

Menurutnya, hal ini perlu ditanggapi serius karena berkaitan dengan keselamatan warga di wilayah pedesaan. Masih banyak warga di beberapa desa yang terpaksa menggunakan tiang kayu rakitan sendiri sebagai penopang kabel listrik.

Penggunaan tiang kayu yang tidak standar ini menimbulkan risiko keamanan yang tinggi, terutama saat terjadi cuaca ekstrem.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami minta PLN segera menindaklanjuti agar warga tidak khawatir lagi dengan risiko korsleting atau tiang roboh,” tegasnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini melanjutkan, bahwa di Kelurahan Samuda Kota terdapat sekitar empat RT, sedangkan di Desa Handil Sohor sekitar lima RT yang masih menggunakan tiang kayu.

Baca juga: Wujudkan Sampit Terang, Dishub prioritaskan fasilitas umum

Beberapa lokasi di antaranya berada di Jalan Simpang Danau dan Jalan Simpang Binjai, kabel-kabel listrik masih ditopang oleh kayu seadanya.

Melihat kondisi tersebut, Zainuddin mendorong agar kepala desa segera membuat surat permohonan resmi ke PLN agar bisa mendapat bantuan tiang listrik. Hal ini dinilai darurat mengingat kawasan itu padat penduduk dan terdapat fasilitas pendidikan seperti sekolah dasar.

Surat permohonan itu telah dibuat dan Zainuddin turun langsung untuk menyerahkannya ke kepada PLN Perwakilan Sampit agar segera mengganti tiang kayu dengan tiang listrik standar.

Permintaan ini mendapat respons positif dari pihak terkait yang akan segera melakukan survei lapangan.

“Permohonan sudah kami sampaikan dan alhamdulillah diterima. Dalam waktu dekat PLN akan melakukan survei, dan insya Allah tahun 2026 sudah mulai dilaksanakan pemasangan tiang standar,” ucapnya.

Ia mengapresiasi langkah cepat PLN yang merespons aspirasi masyarakat. Ia berharap, penggantian tiang listrik kayu dapat direalisasikan tahun depan demi mendukung keselamatan dan kenyamanan warga di pedesaan.

“Kami apresiasi respon PLN. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi, demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” demikian Zainuddin.

Baca juga: Bunda PAUD Kotim terima penghargaan dari Mendikdasmen

Baca juga: Inovasi Si PeBeJe membuat Pemkab Kotim jadi perhatian nasional

Baca juga: DKUKMPP Kotim adakan alat uji makanan perkuat pembinaan pelaku usaha



Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026