Logo Header Antaranews Kalteng

Inovasi AR hidupkan lagi tari tradisional Kalteng bagi anak SD

Senin, 17 November 2025 16:58 WIB
Image Print
Inovasi AR hidupkan lagi tari tradisional Kalteng bagi anak SD di Palangka Raya. (ANTARA/HO-Humas UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Upaya pelestarian budaya oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) yang dilakukan melalui pemanfaatan Augmented Reality (AR) menghidupkan kembali tari tradisional Kalimantan Tengah (Kalteng) bagi anak usia Sekolah Dasar (SD).

"Program ini bertajuk “Revitalisasi Tari Tradisional Kalimantan Tengah Berbasis AR” untuk menghadirkan pengalaman belajar seni tari yang lebih modern, interaktif dan dekat dengan dunia anak-anak SD," kata Ketua Tim Dosen UMPR Nurun Ni’mah MPd di Palangka Raya, Senin.

Dia mengatakan, program ini bekerja sama dengan Sanggar Seni Budaya Ruai Bahalap Taheta untuk mengembangkan media pembelajaran tari yang mampu menarik minat generasi digital.

"Anak-anak kini dapat mempelajari gerakan tari tradisional melalui penari virtual 3D yang muncul di layar gawai mereka," katanya.

Dia menambahkan, teknologi ini membuat proses pembelajaran lebih mudah dipahami, menyenangkan, sekaligus memotivasi anak untuk kembali mencintai seni budaya Dayak.

Selain mempelajari gerakan, aplikasi AR ini juga dilengkapi penjelasan mengenai nilai filosofis di balik setiap rangkaian tari.

Baca juga: Gerakan literasi kritis perkuat pemahaman kurikulum Deep Learning bagi calon guru SD

Dia mengatakan, melalui metode ini, anak-anak diajak memahami makna kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan pada alam—nilai penting dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Program ini tidak hanya menyasar anak-anak sebagai generasi penerus budaya, tetapi juga memberikan pelatihan dokumentasi digital bagi para pelatih sanggar.

Tim membantu sanggar menghasilkan arsip digital berupa video, foto, dan model 3D, sehingga kekayaan tari tradisional dapat tersimpan rapi dan dimanfaatkan untuk kegiatan pelestarian maupun pertunjukan.

"Puncak kegiatan diwujudkan melalui Pagelaran Seni Inovatif Berbasis AR, yang akan dilakukan pada tanggal 29 November 2025 Sabtu Malam di Taman Budaya Kalimantan Tengah," katanya.\

Dia menerangkan, pertunjukan dilaksanakan Sanggar Seni Budaya Ruai Bahalap Taheta dan TIM Program Inovasi Seni Nusantara dari UMPR sebagai wujud pelestarian seni agar ini memberikan warna baru dalam dunia seni pertunjukan di Palangka Raya.

Program ini diharapkan menjadi model nasional untuk pelestarian budaya menggunakan teknologi digital, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata budaya, dan pendidikan seni yang lebih relevan dengan zaman.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi atas dukungan pendanaan yang diberikan pada tahun pendanaan 2025 sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, Ketua Sanggar Ruai Bahalap Taheta, Rendi Saputra, mengapresiasi kegiatan ini.

“Inovasi ini membuat sanggar kami lebih hidup. Anak-anak jauh lebih bersemangat, dan kami akhirnya memiliki dokumentasi tari yang layak untuk diwariskan,” katanya.

Baca juga: Kepedulian CV Kancip Mas pada program JKN antar jadi badan usaha terbaik nasional

Baca juga: UMPR tingkatkan keterampilan diagnostik laboratorium mikrobiologi

Baca juga: UMPR literasi digital cegah burnout dan stres akademik mahasiswa



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026