Logo Header Antaranews Kalteng

Wabup Kotim ajak masyarakat teliti saat membeli bahan pangan

Kamis, 12 Maret 2026 22:33 WIB
Image Print
Wakil Bupati Kotim Irawati memimpin sidak pangan jelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ritel modern dan toko pangan guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat serta mencegah peredaran barang kadaluwarsa menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Dalam hal ini kami pemerintah daerah melakukan pengawasan karena itu menjadi tugas kita menjelang Lebaran. Jangan sampai masyarakat salah membeli pangan yang kadaluwarsa karena akan menjadi penyakit atau berakibat fatal,” kata Irawati di Sampit, Kamis.

Irawati mengapresiasi sikap kooperatif para pelaku usaha di lokasi seperti Hypermart dan Toko Dila yang bersedia mengikuti arahan petugas di lapangan.

Ia menjelaskan, pengawasan ini fokus pada pangan olahan tanpa izin edar, produk kedaluwarsa, hingga kemasan yang rusak. Pihaknya ingin memastikan warga tidak menjadi korban akibat kelalaian dalam memilih bahan pangan yang berisiko bagi kesehatan.

Dalam sidak tersebut, tim menemukan sejumlah barang dengan kemasan rusak serta produk yang masa kadaluwarsanya mendekati batas minimal.

“Kami menemukan ada beberapa barang yang rusak dan ada beberapa barang yang masa berlakunya atau kadaluwarsanya sisa tiga bulan. Itu sudah tidak boleh dipajang lagi untuk dijual ke konsumen, karena yang boleh itu minimal enam bulan,” bebernya.

Irawati mengingatkan bahwa sesuai standar keamanan, produk yang sisa masa berlakunya di bawah enam bulan seharusnya sudah tidak dipajang. Pemeriksaan ketat juga dilakukan terhadap paket parcel lebaran guna memastikan isinya layak konsumsi.

Ia juga memberikan peringatan keras kepada pemilik usaha agar tidak hanya mengejar keuntungan semata. Ia meminta mereka lebih ketat menyeleksi barang titipan, baik dari UMKM maupun pemasok lain, demi menjaga keselamatan konsumen.

“Tolong pelaku usaha lebih selektif. Periksa terus produk yang dijual, terutama barang titipan, karena ini menyangkut keselamatan nyawa orang banyak,” tegasnya.

Baca juga: Wabup Kotim tegaskan data penerima KHBS langsung dari Kemensos

Berbeda dengan sidak pangan sebelum Lebaran yang biasanya diinisiasi oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya, kegiatan kali ini dilaksanakan secara mandiri oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim.

Hal ini dikarenakan efisiensi anggaran, sehingga BBPOM Palangka Raya membatasi kegiatan lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala DKUKMPP Kotim Muslih menyampaikan, dalam kegiatan ini pihaknya menggandeng Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Satpol PP dan Polres Kotim.

“Sebenarnya kami juga sudah menghubungi BBPOM Palangka Raya, tapi kebetulan hari ini mereka berhalangan sehingga mereka memberikan mandat ke petugas di Dinas Kesehatan yang memiliki sertifikasi khusus untuk pengecekan produk pangan ini,” ungkap Muslih.

Dalam sidak kali ini pihaknya membentuk dua tim dengan menyasar 11 titik strategis, yakni Alfamart, Toko Dila, Bintang Swalayan, Kusuka Swalayan, ABC Swalayan, Hypermart, Kusuka 2 Swalayan, Fresh Mentaya Supermarket, Mentari Swalayan, Tobaku Clover dan Jual Iwak Sampit.

Ia memastikan bahwa dalam sidak ini tidak menemukan adanya unsur kesengajaan peredaran barang kadaluwarsa. Temuan mayoritas didominasi oleh produk dengan kemasan yang sudah tidak layak atau penyok.

“Temuan sementara hanya makanan dengan kemasan rusak. Untuk barang kadaluarsa belum ada laporan, namun semua hasil akan kami tuangkan dalam berita acara resmi setelah kegiatan selesai,” tuturnya.

Muslih menegaskan, meski ditemukan produk makanan dengan kemasan rusak dan semacamnya, pihaknya tidak berwenang untuk melakukan penyitaan.

Pihaknya lebih mengedepankan pembinaan dengan menyerahkan kembali barang rusak kepada pengelola untuk diperbaiki labelnya atau ditarik dari rak penjualan jika sudah tidak layak.

“Disamping kegiatan yang kami lakukan ini, kami juga mengimbau masyarakat agar ketika belanja sebelum Lebaran ini agar berhati-hati selalu waspada dalam membeli bahan pangan, dilihat dulu label halal ataupun label kedaluwarsanya,” demikian Muslih.

Baca juga: Kecam pemukulan terhadap camat, Legislator Kotim minta polisi mengusut tuntas

Baca juga: Disdik Kotim batasi penggunaan ponsel di sekolah demi disiplin murid

Baca juga: TMMD di Kotim rampung 100 persen, Pemkab Kotim terbantu pembangunan di tiga desa



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026