Sampit (ANTARA) - Salah seorang warga bernama Muhran bernama 63 tahun di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menghilang dan diduga diterkam buaya saat beraktivitas di Sungai Rangkang wilayah setempat.
“Informasi awal warga Desa Satiruk Kecamatan Pulau Hanaut diduga diterkam buaya. Pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 04.00 WIB saat yang bersangkutan mencari udang di Sungai Rangkang kira-kira 30 menit dari desa,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam di Sampit, Sabtu.
Multazam menyampaikan berdasarkan informasi dari para saksi, Erwin dan Kimi, korban sempat berteriak minta tolong namun karena keadaan masih gelap, sehingga para saksi kesulitan melakukan penyelamatan dan korban sudah ditarik ke laut oleh buaya.
Kemudian para saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke warga desa untuk mencari bala bantuan.
“Saat ini proses pencarian masih berlangsung. Ada tiga Tim yang dilibatkan, yakni Tim Pihak Desa Satiruk, Tim Pihak kecamatan (Forkopimcam) dan Tim Gabungan Pos SAR Sampit, Ditpolairud, Pos AL dan BPBD. Tim ketiga telah meluncur pukul 09:00 wib tadi,” tambah Multazam.
Baca juga: Kotim juara dua MTQH XXXIII Kalteng
Sementara itu, cucu korban, Chandra menyebut sang kakek biasa beraktivitas di sungai pada waktu tertentu. Namun kali ini, keterlambatannya memicu dugaan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Pihak keluarga awalnya tidak percaya dengan kabar kakeknya menjadi korban sambaran buaya. Akan tetapi, setelah mendapat telepon dari sepupunya yang juga berada di lokasi, informasi tersebut dipastikan benar dan membuat keluarga semakin cemas.
“Saat ini keluarga melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Rangkang, tapi masih belum dapat,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga setempat turut membantu pencarian dengan perahu dan peralatan seadanya, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait demi menemukan keberadaan sang kakek.
Namun meski telah menyisir beberapa titik yang dicurigai, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kondisi sungai yang luas dan merupakan habitat buaya turut menyulitkan proses pencarian.
‘Kami berharap kakek dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” demikian Chandra.
Baca juga: BNNP Kalteng sarankan tes urine bagi calon siswa baru
Baca juga: Dinas SDABMBKPRKP Kotim optimistis proyek fisik selesai tepat waktu
Baca juga: Pelni Sampit terapkan diskon tiket 20 persen jelang Nataru
BPBD Kotim: Warga Satiruk diduga diterkam buaya
Tangkapan layar video warga saat melakukan pencarian terhadap lansia, warga Desa Satiruk, yang diduga diterkam buaya saat beraktivitas di Sungai Rangkang, Sabtu (22/11/2025). (ANTARA/HO-warga untuk BPBD Kotim)
