Palangka Raya (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi DIII Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya melaksanakan pelatihan pelatihan cetak inovator herbal guna mendorong kemandirian dan inovasi obat tradisional.
"Kegiatan ini kami laksanakan Selasa, 25 November 2025 kemarin. Berlangsung di Laboratorium Fakultas Farmasi UMPR," kata Ketua Tim PKM yang juga dosen Prodi DIII Farmasi, Risqika Yuliatantri Paramawidhita MFarm di Palangka Raya, Rabu.
Dia menerangkan, PkM ini mengusung fokus utama pada “Pengolahan Kemandirian Herbal Simplisia Menjadi Sediaan Obat Tradisional Inovatif”. Bertujuan memperkuat kompetensi peserta agar mampu menghasilkan inovasi nyata di dunia herbal.
Peserta kegiatan merupakan para Calon Asisten Peneliti Farmasi, yang dipersiapkan menjadi generasi penggerak inovasi dalam pengembangan produk herbal.
“Kami melatih peserta untuk tidak hanya mengolah simplisia (bahan baku kering) secara tradisional, tetapi juga menguasai teknik standar farmasi. Dengan begitu, produk herbal yang mereka hasilkan, mulai dari seduhan, kapsul, hingga sirup—memiliki mutu, keamanan, dan efikasi yang terjamin,” ujar Risqika.

Materi pelatihan mencakup teknik dasar dan lanjutan pengolahan simplisia, praktik formulasi modern sesuai standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), serta proses memformulasikan bahan baku herbal menjadi sediaan yang lebih modern, stabil, dan inovatif.
Kegiatan ini menempatkan peserta sebagai katalisator utama dalam penguatan kemandirian dan peningkatan daya saing produk herbal daerah.
Pelatihan melibatkan mahasiswa sebagai tim proyek terdiri dari Amellia, Anggun Eliza E, Ardi Novriando, Mardianur, M. Faisal Ridho F, Nazwa Salma, Nor Syifa, Ucha Intan A, dan Rahma Alyssa R.
Melalui pelatihan ini, para peserta berhasil menumbuhkan perspektif baru bahwa obat tradisional tidak lagi sekadar ramuan sederhana.
Dengan pemahaman teknologi formulasi, simplisia lokal kini berpotensi dikembangkan menjadi sediaan farmasi modern yang aman, efektif, dan mudah diakses oleh masyarakat.
"Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran UMPR dalam mendorong lahirnya inovator-inovator muda di bidang herbal dan kefarmasian," kata Risqika.
Baca juga: Dosen Pendidikan Biologi UMPR hadirkan inovasi perkuliahan ecospiritual
Baca juga: Fakultas Bisnis Informatika UMPR latih desain grafis bagi siswa SMA
Baca juga: Tim PKM UMPR latih penyusunan e asesmen berbasis STEM bagi guru
