Logo Header Antaranews Kalteng

SpaceX dapat izin tambahan luncurkan 7.500 satelit Starlink

Minggu, 11 Januari 2026 22:41 WIB
Image Print
Logo Starlink terlihat pada ponsel pintar di depan bendera Ukraina yang terpampang dalam ilustrasi ini diambil 27 Februari 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration (REUTERS/DADO RUVIC)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (Federal Communications Commission/FCC) mengumumkan telah memberikan persetujuan kepada SpaceX untuk meluncurkan 7.500 satelit Starlink generasi kedua tambahan.Communications Commission/FCC) mengumumkan telah memberikan persetujuan kepada SpaceX untuk meluncurkan 7.500 satelit Starlink generasi kedua tambahan.

Laman Tech Crunch, Sabtu (10/1), melaporkan bahwa dengan persetujuan itu, total satelit Starlink yang diizinkan dioperasikan di seluruh dunia menjadi 15.000 unit.Tech Crunch, Sabtu (10/1), melaporkan bahwa dengan persetujuan itu, total satelit Starlink yang diizinkan beroperasi di seluruh dunia menjadi 15.000 unit.

Selain mengizinkan SpaceX meluncurkan lebih banyak satelit dan memperluas cakupan layanan internet berkecepatan tinggi, FCC menyatakan bahwa keputusannya juga memungkinkan satelit Starlink beroperasi pada lima frekuensi berbeda.SpaceX meluncurkan lebih banyak satelit dan memperluas cakupan layanan internet berkecepatan tinggi, FCC menyatakan bahwa keputusannya juga memungkinkan satelit Starlink beroperasi pada lima frekuensi berbeda.

Satelit tersebut juga diizinkan menyediakan konektivitas langsung ke ponsel (direct-to-cell) di luar Amerika Serikat, serta layanan tambahan di dalam negeri.direct-to-cell) di luar Amerika Serikat, serta layanan cakupan tambahan di dalam negeri.

SpaceX sebenarnya mengajukan izin untuk tambahan 15.000 satelit. Namun, FCC menyatakan akan menunda pemberian izin terhadap sisa 14.988 satelit Starlink Gen2 yang diusulkan.SpaceX sebenarnya mengajukan permohonan persetujuan untuk tambahan 15.000 satelit. Namun, FCC menyatakan akan menunda pemberian izin terhadap sisa 14.988 satelit Starlink Gen2 yang diusulkan.

Menurut FCC, SpaceX meluncurkan 50 persen dari jumlah satelit Starlink yang telah disetujui paling lambat pada 1 Desember 2028, dan 50 persen paling lambat pada Desember 2031.FCC, SpaceX diwajibkan meluncurkan 50 persen dari jumlah satelit Starlink yang telah disetujui paling lambat pada 1 Desember 2028, dan 50 persen sisanya paling lambat pada Desember 2031.

Satelit Starlink adalah bagian dari jaringan konstelasi ribuan satelit kecil di orbit rendah Bumi (LEO) milik SpaceX, perusahaan milik Elon Musk yang menyediakan layanan internet broadband berkecepatan tinggi dan latensi rendah ke seluruh dunia.

Teknologi tersebut pada umumnya digunakan di area terpencil atau kabel serat optik yang kurang terjangkau.

Starlink memungkinkan aktivitas seperti streaming, game online, panggilan video, bahkan ke daerah yang sebelumnya tidak memiliki akses internet dengan menggunakan satelit-satelit yang saling terhubung dan mengirimkan data secara efisien.

Perusahaan tersebut juga telah menyediakan layanannya di Indonesia.



Pewarta :
Editor: Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026