
UMPR penuhi undangan Presiden RI pada dialog nasional di Istana Negara

Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia dalam kegiatan Taklimat dan Dialog Bersama Presiden RI bertema “Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia” yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta.
Dekan Fakultas Bahasa, Pengetahuan, dan Ilmu Teknologi (FBIT), Dr (cand) Ade Salahudin Permadi, MPd di Palangka Raya, Senin menerangkan, kehadirannya pada ajang tersebut merupakan tindak lanjut dari mandat Rektor UMPR.
"Kehadiran UMPR dalam forum nasional ini menjadi bentuk komitmen nyata universitas dalam mendukung arah kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi dan pengembangan sains," katanya.
Dekan FBIT UMPR itu menyampaikan bahwa arahan presiden menjadi penguatan bagi perguruan tinggi untuk semakin adaptif dan progresif dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.
"Presiden menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi dan sains sebagai fondasi kebangkitan Indonesia. Kenaikan alokasi anggaran Diktisaintek sebesar 50 persen ini merupakan peluang besar bagi perguruan tinggi, termasuk UMPR, untuk memperkuat kualitas pembelajaran, riset, dan inovasi," kata Ade.
Ia menambahkan bahwa UMPR siap memanfaatkan kebijakan tersebut secara optimal melalui penguatan tridarma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“UMPR berkomitmen untuk terus bersinergi dengan kebijakan nasional, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan berdaya saing, serta mendorong riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan Kalimantan dan Indonesia, hal ini sejalan dengan harapan yang besar dari bangsa, harapan besar dari Bapak Presiden” tambahnya.
Keikutsertaan UMPR dalam forum strategis ini menegaskan peran universitas sebagai bagian dari perguruan tinggi yang dipercaya pemerintah untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan pendidikan tinggi dan kebangkitan Indonesia melalui sains dan inovasi.

Pada taklimat tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan pandangan mendasar mengenai posisi strategis kalangan akademisi sebagai kekuatan intelektual bangsa. Kepala Negara menilai para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar merupakan brains of our country, yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Presiden Prabowo juga mengajak para pimpinan akademik untuk melakukan refleksi bersama atas amanah yang telah diberikan oleh masyarakat. Menurut Presiden, para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar merupakan sosok terpilih yang dipercaya untuk memimpin pengembangan ilmu pengetahuan dan menjaga nilai-nilai akademik.
Selain itu, pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan komitmen kuat pemerintah terhadap penguatan pendidikan tinggi nasional dengan menaikkan alokasi anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) sebesar 50 persen. Kenaikan anggaran ini ditujukan untuk mendorong pengembangan pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Presiden Prabowo berharap perguruan tinggi dapat mengambil peran penting dan aktif dalam menjawab tantangan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Presiden juga kembali menekankan posisi strategis para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi sebagai kelompok elit bangsa yang menguasai sains dan teknologi.
Presiden Prabowo pun meminta agar amanah tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara, serta menegaskan bahwa peran para akademisi sangat dinantikan oleh masyarakat luas.
Taklimat dan dialog ini diikuti secara terbatas oleh pimpinan perguruan tinggi terpilih dari seluruh Indonesia. Dari Pulau Kalimantan, hanya delapan perguruan tinggi yang mendapat undangan, yaitu Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Panca Bhakti Pontianak, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Universitas Darwan Ali Sampit, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas Balikpapan.
Baca juga: Rektor UMPR lantik 19 pejabat struktural baru perkuat kinerja-akuntabilitas jabatan
Baca juga: UMPR targetkan tambah Fakultas Pascasarjana pada 2026
Baca juga: UMPR Perkuat Konsep SMA Boarding School melalui Studi Referensi ke MBS Kalimantan Selatan
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
