Logo Header Antaranews Kalteng

Jalan Sehat Kreasi SMPN 1 Sampit jadi ajang nostalgia lintas generasi

Senin, 26 Januari 2026 02:54 WIB
Image Print
Suasana jalan sehat dalam rangka HUT SMPN 1 Sampit, Minggu (25/1/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Sampit (ANTARA) - Ratusan pasang kaki dari berbagai usia memadati jalanan dalam acara jalan sehat kreasi SMPN 1 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah yang tak sekadar menjadi agenda olahraga, namun ruang nostalgia bagi para alumni dan siswa.

“Kami sebagai alumni sangat menyambut baik dan antusias dengan kegiatan ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa mempererat silaturahmi lagi,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim Muhammad Irfansyah di Sampit, Minggu.

Irfansyah melepas rombongan peserta jalan sehat yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) sekaligus reuni akbar keluarga besar SMPN 1 Sampit.

Sebagai bagian dari alumni sekolah tersebut, Irfansyah menyambut baik kegiatan olahraga yang melibatkan siswa, guru, serta lintas generasi alumni dari berbagai angkatan ini. Baginya, momen ini adalah perjalanan pulang ke masa sekolah yang tak terlupakan.

Kegiatan ini berhasil menyatukan wajah-wajah lama dan baru dalam satu barisan panjang yang penuh keceriaan. Ia juga menekankan bahwa jarak antar angkatan seolah melebur dalam semangat kebersamaan yang sama.

"Alumni kita hanya terpisahkan oleh generasi saja, tetapi kita tetap satu. Istilahnya back to school lagi, karena kehidupan kita hari ini banyak kita kenal dari sekolah ini," ujar Irfansyah.

Baca juga: Pemkab Kotim rencanakan pembangunan baru Jembatan Patah

Ia juga mengapresiasi pemilihan jalan sehat sebagai bentuk perayaan karena sifatnya yang inklusif. Menurutnya, olahraga ini sangat merakyat dan bisa dinikmati oleh siapa saja, mulai dari anak sekolah hingga para lansia.

Keceriaan tidak hanya milik para senior, tetapi juga menyentuh para siswa aktif yang merasakan langsung kemeriahan acara. Salah satunya adalah Fabiola Prilia, siswi kelas VII, yang membawa pulang keberuntungan tak terduga.

"Pokoknya jalan sehat hari ini penuh makna dan berarti bagi saya. Apalagi saya juga dapat mesin cuci dari undian, ini untuk mama di rumah," ucap Fabiola.

Di sisi lain, Sriyana, alumni angkatan 1984, merasa terharu dengan suasana yang tercipta. Baginya, pertemuan ini adalah kado terindah karena bisa bersua kembali dengan kawan lama di tengah riuhnya pembagian hadiah.

Perayaan ini pun ditutup dengan harapan besar agar ikatan kekeluargaan SMPN 1 Sampit terus terjaga. Melalui ajang nostalgia ini, sekolah tersebut membuktikan bahwa hubungan guru, siswa dan alumni tetap solid menembus batas waktu.

“Sangat berkesan, ramai sekali dan ini adalah momen yang paling indah. Hadiahnya banyak dan kita bisa ketemu lagi dengan para alumni. Harapannya, dengan adanya pemilihan pengurus baru untuk alumni nantinya, bisa lebih amanah,” demikian Sriyana.

Baca juga: Diskominfo Kotim dorong penguatan keterbukaan informasi publik

Baca juga: BMKG Kotim peringatkan risiko karhutla akibat curah hujan rendah

Baca juga: Disdik Kotim usulkan revitalisasi puluhan sekolah pada 2026



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026