
Pemkot Palangka Raya gencar cegah penyebaran DBD lewat pengasapan

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), terus menggencarkan upaya pencegahan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pelaksanaan pengasapan atau fogging.
"Fogging tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran nyamuk DBD ditambah ditemukan warga yang teridentifikasi Indikasi Penyakit DBD (IDPK) di wilayah Mendawai serta kondisi cuaca kita saat ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan Rabu.
Dia mengatakan, pengasapan tersebut dilakukan oleh UPT Puskesmas Bukit Hindu karena penemuan kasus IPDK tersebut berada di wilayah kerja puskesmas tersebut.
Lebih lanjut, Riduan menambahkan bahwa pada pelaksanaan kegiatan itu, Dinkes Palangka Raya Bersama petugas Puskesmas Bukit Hindu melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan pemeriksaan entomologi.
"Kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan DBD melalui penerapan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti," katanya.
Selain itu pihaknya juga melakukan edukasi terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selaku kunci utama penegahan penyebaran demam berdarah dengue.
"Saat ini terdapat tujuh orang yang sempat dirawat. Dari jumlah tersebut, tiga orang telah diperbolehkan pulang, dan satu orang dinyatakan positif DBD. Sementara itu, lima orang lainnya masih menjalani perawatan," katanya.
Di sisi lain, dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk dengue, pemerintah kota setempat juga menginstruksikan para camat dan lurah untuk aktif melaksanakan gerakan PSN. Langkah ini diambil guna menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran DBD.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat turut aktif melakukan gerakan PSN dengan menjadi juru pemantau jentik, minimal di lingkungan tempat kerja atau tempat tinggal masing-masing.
"Camat dan lurah juga harus melibatkan seluruh unsur mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT/RW, dan lainnya untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya nyamuk DBD dan cara pencegahannya," kata Riduan.
Baca juga: Kemenkum perkuat tata kelola keuangan dan BMN
Baca juga: Toko sembako dan apotek di Palangka Raya dibobol maling
Baca juga: DPRD Palangka Raya minta modernisasi pelayanan tak menyusahkan kelompok rentan
Pewarta : Rendhik Andika
Editor:
Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
