Logo Header Antaranews Kalteng

Dinkes Kotim pastikan kesiapan medis hadapi ancaman Virus Nipah

Selasa, 3 Februari 2026 17:25 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur Umar Kaderi. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memastikan kesiapan medis dalam mengantisipasi ancaman virus Nipah (NiV), meskipun hingga kini belum ditemukan kasus tersebut di wilayah setempat.

“Alhamdulillah, di Kotim belum ada dan mudah-mudahan tidak ada yang terpapar virus Nipah, bahkan informasinya di Indonesia juga belum ada. Seandainya ada pun, insyaallah kita sudah siap,” kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi di Sampit, Selasa.

NiV pertama kali diidentifikasi pada 1998-1999 di Malaysia, tepatnya di peternakan babi di Desa Sungai Nipah. Wabah ini awalnya menular dari kelelawar buah (reservoir alami) ke babi domestik, lalu menyebar ke manusia, menyebabkan infeksi pernapasan dan ensefalitis fatal.

Awal 2026, kasus yang disebabkan NiV kembali ditemukan di India. Otoritas kesehatan India melaporkan dua kasus infeksi virus Nipah yang terkonfirmasi laboratorium pada tenaga kesehatan di wilayah West Bengal.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di masyarakat lantaran NiV disebut-sebut memiliki dampak yang lebih parah dibandingkan virus COVID-19, yakni dengan tingkat kematian mencapai 40-70 persen.

Umar menyampaikan, bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi global maupun nasional guna memastikan masyarakat terlindungi dari potensi transmisi virus yang bersifat zoonosis tersebut dan sejauh ini belum ada laporan kasus serupa di Indonesia.

Baca juga: BNPB sebut IKD Kotim tertinggi di Kalteng

Menurutnya, pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 telah membentuk sistem ketahanan kesehatan yang lebih tangguh, khususnya di Kotim.

Berbagai kesiapan, seperti sumber daya manusia (SDM), alat kesehatan, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), hingga ketersediaan obat-obatan saat ini dinilai memadai untuk penanganan darurat.

"Seandainya ada pun, mudah-mudahan lah karena kita sudah terbiasa dengan penanganan COVID-19, kita juga sudah siap SDM-nya, siap alat kesehatannya, siap BMHP-nya, dan siap obat-obatannya," ujar Umar.

Pria yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kotim ini mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kepanikan yang tidak perlu.

Hal ini berkaca pada keberhasilan penanganan isu kesehatan sebelumnya yang sempat mencuat, yakni super flu, namun tidak sampai menjangkiti warga Kotim.

Namun, langkah preventif sederhana seperti penggunaan masker di keramaian dan mencuci tangan dengan sabun secara teratur sangat disarankan bagi warga yang merasa khawatir.

"Masyarakat tidak perlu panik, jangan khawatir. Gunakan masker pada saat bepergian atau di keramaian kalau memang khawatir, tapi saya yakin sampai saat ini masih aman," demikian Umar.

Baca juga: ASN Kotim diimbau beli beras Bulog untuk jaga stabilitas harga

Baca juga: Peningkatan kompetensi guru jadi perhatian Disdik Kotim

Baca juga: DPRD Kotim usulkan skema konsorsium perbaiki jalan di Mirah



Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026