Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Palangka Raya ingatkan warga waspada abrasi susulan

Rabu, 4 Februari 2026 12:27 WIB
Image Print
Kondisi jalan di Gang Datah Rami, Jalan Flamboyan Bawah, RT 3 RW 2, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, yang ambruk akibat abrasi, beberapa waktu lalu. ANTARA/Auliya Rahman

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Syaufwan Hadi mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi abrasi susulan, seperti yang terjadi di Gang Datah Rami, Jalan Flamboyan Bawah, RT 3 RW 2, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut.

"Apalagi sekarang kan Kota Palangka Raya masih diguyur hujan. Ini harus menjadi kewaspadaan kita bersama," katanya di Palangka Raya, Rabu.

Dia mengungkapkan, abrasi di bantaran sungai yang merusak permukiman dan memutus akses jalan warga tersebut harus ditangani secara cepat, terkoordinasi, dan strategis.

Ia menekankan pentingnya evakuasi warga yang tinggal di kawasan tebing bantaran sungai, terutama apabila terdengar tanda-tanda alam seperti suara gemuruh yang mengindikasikan pergerakan tanah.

"Selain itu, lokasi terdampak perlu segera diisolasi dengan menutup akses jalan yang labil untuk mencegah jatuhnya korban," ucapnya.

Adanya kejadian tersebut Syaufwan juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mempercepat penanganan darurat, termasuk pengerahan alat berat.

Baca juga: Polisi ringkus pencuri rumah dinas Bandara Palangka Raya

Dalam penanganan jangka pendek, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pembersihan material longsor yang menutup jalan dengan menggunakan ekskavator.

Apabila akses utama tidak dapat dilalui, pembuatan jalan darurat atau jalur alternatif dinilai penting agar aktivitas warga tidak terhenti total.

“Pemasangan tanda bahaya di lokasi rawan juga harus dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan,” ujarnya.

Selain penanganan fisik, Syaufwan mengimbau masyarakat bantaran sungai agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai serta menghindari penebangan pohon di sekitar tebing sungai yang dapat memperparah erosi.

"Kami berharap pemerintah kota melakukan evaluasi tata ruang, khususnya terkait izin permukiman di kawasan bantaran sungai, guna meminimalisir risiko bencana serupa terulang di masa mendatang," demikian Syaufwan.

Baca juga: BMKG imbau masyarakat Kalteng waspadai hujan disertai angin kencang

Baca juga: UMPR-SMP Muhammadiyah 1 Palangka Raya kolaborasi terapkan pembelajaran internasional

Baca juga: Kakanwil Kemenkum Kalteng tekankan peghormatan hak cipta di era digital



Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026