Logo Header Antaranews Kalteng

Palangka Raya fokus tekan angka kemiskinan sebagai komitmen SDGs

Selasa, 10 Februari 2026 16:46 WIB
Image Print
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin. ANTARA/Rendhik Andika

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), berfokus pada upaya menekan angka kemiskinan sebagai bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat daerah.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin di Palangka Raya, Selasa mengatakan berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah kota menunjukkan hasil positif terhadap pengendalian dan penurunan angka kemiskinan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Palangka Raya, sejalan dengan target SDGs, khususnya tujuan pertama yaitu pengentasan kemiskinan. Upaya ini dilakukan secara terintegrasi melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah kota terus mendorong program perlindungan sosial yang tepat sasaran, peningkatan akses layanan dasar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap UMKM, pelatihan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, Pemkot Palangka Raya juga mengoptimalkan peran kelurahan dan kecamatan dalam melakukan pendataan dan pendampingan warga rentan, sehingga intervensi kebijakan dapat dilakukan secara lebih akurat dan efektif.

Baca juga: Pemkot Palangka Raya siapkan Pasar Ramadhan 2026

Fairid menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penurunan angka kemiskinan. Pemerintah kota menggandeng dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, serta komunitas masyarakat untuk bersama-sama mendorong pembangunan inklusif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, persentase penduduk miskin di kota ini pada 2024 tercatat sebesar 3,52 persen, atau setara sekitar 10,7 ribu jiwa dari total 310,11 ribu penduduk. Angka tersebut menjadikan Palangka Raya sebagai kota dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Provinsi Kalimantan Tengah, setelah Kabupaten Lamandau.

Wali Kota Palangka Raya dua periode ini mengatakan, program penurunan angka kemiskinan ini menjadi bagian ari tiga program Utama dalam menjaga keberlanjutan target SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Sementara dua sektor lainnya terkait penguatan ketahanan pangan dan pelayanan Kesehatan," katanya.

Sektor ketahanan pangan menjadi pilar kedua yang diperkuat sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas dengan menekankan pentingnya kemandirian pangan lokal.

Melalui optimalisasi lahan pertanian perkotaan dan dukungan bagi para petani lokal, diharapkan pasokan pangan di Palangka Raya tetap aman dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah.

Sektor kesehatan melengkapi tiga fokus utama tersebut sebagai pondasi kesejahteraan masyarakat. Fairid menyatakan bahwa akses layanan kesehatan yang merata dan peningkatan kualitas fasilitas medis menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif.

"Program-program seperti penurunan angka stunting dan layanan jaminan kesehatan daerah terus ditingkatkan untuk memastikan derajat kesehatan warga tetap optimal," kata Fairid.

Baca juga: Ketua DPRD Palangka Raya ingatkan Musrenbang jadi fondasi utama arah pembangunan

Baca juga: UMPR meriahkan EDUFAIR Career Day Bersinar MAN Kota Palangka Raya 2026

Baca juga: SD Islam Darussalam kunjungan edukasi ke FK dan FKG UMPR



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026