Logo Header Antaranews Kalteng

Sinergi BKSDA Sampit dan warga selamatkan anak trenggiling

Jumat, 13 Februari 2026 06:52 WIB
Image Print
BKSDA Resort Sampit terima dan lepasliarkan seekor anak trenggiling hasil temuan warga, Kamis (12/2/2026). ANTARA/HO-BKSDA Sampit.

Sampit (ANTARA) - Kerja sama apik antara warga, aparat dan otoritas lingkungan kembali membuahkan hasil positif bagi kelestarian satwa dilindungi, yakni seekor anak trenggiling (Manis javanica) berhasil diselamatkan dan dilepasliarkan ke habitat aslinya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

“Alhamdulillah, hari ini personel Pos Sampit melakukan giat serah terima sekaligus pelepasliaran seekor trenggiling berat sekitar 1,5 kg berjenis kelamin betina yang ditemukan oleh warga,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Kamis.

Ia menjelaskan, penyelamatan salah satu satwa liar yang dilindungi undang-undang ini bermula pada Rabu siang (11/2).

Saat seorang warga bernama Ehen sedang bekerja membersihkan kebun kelapa sawit di Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut, ia dikejutkan dengan kehadiran seekor anak trenggiling yang merayap di area perkebunan tersebut.

Menyadari satwa tersebut merupakan spesies langka, temuan ini segera dilaporkan kepada staf PT Rimba Makmur Utama (RMU), Sulaiman. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada personel BKSDA Resort Sampit untuk mendapatkan arahan penanganan lebih lanjut.

Demi keamanan satwa, anak trenggiling tersebut sempat diamankan oleh anggota Babinsa, Supriadi, untuk dibawa menuju Kota Samuda. Sesampainya di sana, satwa diserahkan kembali kepada Sulaiman untuk dirawat sementara waktu.

Baca juga: Disdik Kotim usut dugaan pungli Komite Sekolah

“Kemudian, pada Rabu malam, kami segera berkoordinasi dengan Manajer Biodiversity PT RMU, Ahmad Kasful Anwar. Hasil koordinasi menyepakati bahwa satwa harus segera dikembalikan ke habitat yang lebih aman di areal restorasi ekosistem,” ujarnya.

Muriansyah menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, trenggiling muda ini dinyatakan dalam kondisi sehat dan sangat lincah. Meski berukuran kecil, satwa ini dipastikan sudah bisa bertahan hidup secara mandiri di alam.

Ia menduga satwa tersebut tersesat sehingga masuk ke area perkebunan milik warga. Menurutnya, dengan ukuran tersebut anak trenggiling memang sudah terpisah dari induknya atau biasa hidup mandiri.

Dalam kesempatan ini, Muriansyah juga mengapresiasi tindakan cepat warga dan pihak swasta yang dinilai sangat tepat karena area perkebunan bukanlah tempat tinggal yang aman bagi spesies ini.

Hal ini juga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga keberadaan satwa liar yang dilindungi semakin meningkat.

Kondisi fisik yang tanpa luka memungkinkan proses pelepasliaran dilakukan tanpa penanganan medis tambahan. Proses pelepasliaran tuntas dilaksanakan pada Kamis sore pukul 17.10 WIB di wilayah konsesi Restorasi Ekosistem PT RMU.

“Langkah ini diharapkan dapat menjaga populasi trenggiling tetap lestari di habitat aslinya,” demikian Muriansyah.

Baca juga: Panginan Sukup Simpan simbol ketahanan pangan dan warisan leluhur di Kotim

Baca juga: Disdik Kotim pangkas durasi belajar sekolah selama Ramadhan

Baca juga: PT Bumi Makmur Waskita gelar beragam kegiatan peringati Bulan K3 Nasional 2026



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026