
Penumpang arus balik pesawat dari dan ke Muara Teweh H+5 berkurang

Muara Teweh (ANTARA) - Arus balik pemudik menggunakan pesawat terbang rute Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan sebaliknya pada H+5 Lebaran 2026 mulai berkurang.
"Hari ini penerbangan dari Muara Teweh - Banjarmasin dan sebaliknya jumlah penumpang mulai berkurang, dibanding H+4 pada puncak arus balik penumpangnya ramai," kata Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah di Muara Teweh, Kamis.
Menurut dia, penerbangan angkutan Lebaran pada Kamis, penumpang yang tiba di Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh dari Banjarmasin ada 57 orang, sedangkan yang berangkat dari Muara Teweh menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru 41 orang, dengan satu kali penerbangan menggunakan maskapai Wings Air.
Penumpang ramai, kata dia, terjadi pada H+4 pada puncak arus balik, Rabu (25/3) yakni penumpang yang tiba di Muara Teweh sebanyak 68 orang dan berangkat 71 orang dengan menggunakan pesawat komersil dan carteran.
"Jadi hari ini penumpang sudah mulai berkurang dibanding puncak arus balik pada Rabu (25/3), karena orang sudah mulai masuk kerja," jelas Amrillah.
Dia menjelaskan, Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh melayani penerbangan ke Banjarmasin pulang pergi setiap hari menggunakan pasawat Wings Air jenis ATR-72-600 dengan kapasitas 72 penumpang.
"Penumpang dari dan ke Banjarmasin kebanyakan penumpang dari Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur ke Muara Teweh yang transit dari Bandara Syamsudin Noor dan sebaliknya dari Muara Teweh ke Pulau Jawa yang transit melalui Banjarmasin," kata Amrillah.
Baca juga: Arus balik pesawat dari dan ke Bandara Muhammad Sidik mulai ramai
Selain itu, kata dia, penerbangan dari Muara Teweh ke Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menggunakan pesawat Susi Air (penerbangan perintis) hanya sekali sepakan seiap Senin.
Penerbangan bersubsidi menggunakan pesawat jenis Cessna berpenumpang 12 orang dengan frekuensi satu kali sepekan, yakni setiap Senin dengan harga tiket Rp540.020 untuk tujuan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya - Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, sedangkan sebaliknya Muara Teweh-Palangka Raya Rp493.420.
"Untuk rute Muara Teweh - Palangka Raya selain penerbangan perintis, juga dilayani penerbangan komersil Wings Air namun hanya tiga kali sepekan setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu," katanya.
Baca juga: Tingkatkan fasilitas, Bupati Barut usulkan pengembangan Bandara HMS Muara Teweh ke Kemenhub
Baca juga: Susi Air kembali layani penerbangan bersubsidi Muara Teweh-Palangka Raya
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
