Logo Header Antaranews Kalteng

Waktu layar anak perlu dibatasi demi kesehatan tumbuh kembang

Kamis, 2 April 2026 15:17 WIB
Image Print
Ilustrasi - Dua anak yang sedang memainkan gawai. (ANTARA/Pixabay/am.)

Jakarta (ANTARA) - Paparan layar berlebihan sejak dini bisa mempengaruhi perkembangan anak, antara lain berkontribusi pada keterlambatan berbicara dan kesulitan komunikasi sosial anak.

"Waktu menatap layar bukanlah penyebabnya, tetapi paparan layar yang berlebihan dan terlalu dini, terutama dalam dua hingga tiga tahun pertama kehidupan, dapat berkontribusi pada keterlambatan bicara dan kesulitan komunikasi sosial," kata dokter ahli syaraf pediatrik Rafat Trivedi dari Marengo Asia Hospitals sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Rabu (1/4).

Dia menjelaskan bahwa anak belajar paling baik melalui interaksi seperti percakapan, kontak mata, ekspresi wajah, gerakan, serta permainan timbal balik. Kesempatan belajar penting ini tidak terjadi kalau anak terlalu sibuk menggunakan perangkat digital.

Dokter Trivedi menyampaikan bahwa anak yang mengalami keterlambatan akibat paparan layar berlebihan biasanya menunjukkan perbaikan cepat setelah waktu layarnya dikurangi dan kesempatan interaksinya meningkat.

Dokter Trivedi menyampaikan rekomendasi untuk mengatur waktu menatap layar yang aman bagi anak.

Menurut dia, anak-anak berusia di bawah dua tahun sebaiknya sebisa mungkin dihindarkan dari paparan layar perangkat digital, kecuali untuk keperluan panggilan video dengan anggota keluarga.

Waktu menatap layar bagi anak berusia di atas dua tahun, ia melanjutkan, sebaiknya dibatasi kurang dari satu jam per hari.

Dalam hal ini, orang tua disarankan memilihkan konten yang berkualitas untuk anak, mengupayakan anak melihat konten dari layar berukuran besar, serta mendampingi dan mengawasi anak saat menggunakan gawai.

Prioritaskan berbicara, membaca, dan bermain dengan anak setiap hari, kata dr.Trivedi.

Ia menyarankan orang tua untuk melibatkan anak dalam pengerjaan tugas rumah tangga. Pemberian tugas sebaiknya disesuaikan dengan usia anak agar anak bisa menikmati kegiatan dan merasa memiliki tanggung jawab.

Menurut dr. Trivedi, penting pula menghadirkan aktivitas yang melibatkan interaksi seperti bercerita, bermain peran, dan bermain bebas di luar ruangan bagi anak.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026