
Pemkab Murung Raya dorong peningkatan ekonomi keluarga melalui Program UPPKA

Puruk Cahu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUK) terus mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Kepala DP3ADALDUK Murung Raya Firman Prihatin di Puruk Cahu, Senin mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian target pembangunan, khususnya penurunan angka kemiskinan melalui peningkatan pendapatan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“UPPKA menjadi wadah ekonomi keluarga yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kali ini peserta kami fokuskan kepada perempuan, karena perannya sangat besar dalam menopang ekonomi keluarga,” ujar Firman.
Firman menjelaskan saat ini pelaku usaha pemula, khususnya kaum perempuan masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan keterampilan, akses pasar hingga pengelolaan usaha belum optimal.
“Banyak ibu-ibu yang memiliki keinginan kuat untuk menjadi pelaku usaha, namun masih terkendala dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, kami bersama TP PKK, GOW, serta Dinas Perindagkop UKM menginisiasi pelatihan ini,” jelasnya.
Baca juga: DPRD Murung Raya dukung perempuan bantu tingkatkan ekonomi keluarga
Adapun untuk peserta yang diikutkan untuk program UPPKA diikuti 40 peserta yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Murung, Tanah Siang dan Tanah Siang Selatan. Pelatihan tidak hanya dilaksanakan dalam waktu singkat, tetapi berlangsung selama tiga bulan dengan pendampingan mentor secara intensif.
Firman memaparkan, pada bulan pertama peserta mendapat penguatan kewirausahaan serta manajemen usaha dan keuangan.
Selanjutnya pada bulan kedua difokuskan pada strategi pemasaran dan tren pasar, serta keterampilan pemasaran. Sedangkan bulan ketiga akan membahas pengemasan produk dan digital marketing.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dengan pertemuan tatap muka setiap bulan, disertai evaluasi perkembangan peserta dan penugasan yang didampingi langsung oleh mentor,” katanya.
Ia berharap program ini mampu memberikan dampak nyata, dengan target minimal 70 persen peserta mengalami peningkatan keterampilan usaha, 60 persen peningkatan pendapatan, serta 50 persen memiliki usaha aktif dan berkelanjutan.
Baca juga: Program Kartu Hebat Prakerja strategi Murung Raya turunkan tingkat pengangguran
Menurutnya, program ini juga sejalan dengan arah kebijakan RPJMD Kabupaten Murung Raya tahun 2025–2030 yang menempatkan penurunan angka kemiskinan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
“UPPKA bukan sekadar bantuan, tetapi fokus pada peningkatan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian pelaku usaha, khususnya perempuan,” tegasnya.
Firman juga menilai, perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ketika perempuan berdaya secara ekonomi, maka dampaknya akan dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk TP PKK, GOW, organisasi perangkat daerah, mitra dunia usaha, serta para mentor.
Kepada para peserta, Firman berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif dalam proses pembelajaran, serta berani berinovasi dan memanfaatkan peluang pasar, termasuk melalui pemasaran digital.
“Ingat, keberhasilan usaha tidak datang secara instan. Dibutuhkan proses, kerja keras, dan keberanian untuk terus mencoba,” demikian Firman.
Baca juga: Pemkab Murung Raya komitmen jalankan pengelolaan keuangan daerah secara transparan
Baca juga: Wabup Murung Raya minta PPPK tak perlu khawatir
Baca juga: Murung Raya siap selenggarakan MTQ Korpri tingkat provinsi 23-28 Juni 2026
Pewarta : Supriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
