
Bupati Kapuas terima hibah peralatan karhutla dari Kementerian LH

Kuala Kapuas (ANTARA) - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah Muhammad Wiyatno menerima secara simbolis hibah sarana prasarana peralatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH-BPLH) di Jakarta.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian LH-BPLH atas hibah barang ini,” kata Wiyatno, Selasa.
Adapun peralatan regu yang diterima antara lain fire rake sebanyak 39 unit, fire beater 39 unit, pompa jinjing 6 unit, pompa punggung 9 unit, selang pemadam 30 unit, nozzie 7 unit, y conector 6 unit dan peralatan pribadi yaitu baju safety 90 lembar serta sepatu boot 90 unit.
Baca juga: Lomba Bagasing dan Balogo meriahkan Festival Budaya di Kapuas
Bantuan ini diterima usai bupati mengikuti rapat koordinasi dengan Kementerian LH-BPLH Republik Indonesia, terkait pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla tahun 2026.
Dalam rakor tersebut, Menteri KLH Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan arah kebijakan dan strategi pengendalian yang terdiri dari pencegahan, penanggulangan cepat dan terpadu, penegakan hukum, pemulihan pasca kebakaran, pengembangan pembiayaan berkelanjutan.
Terkait hal itu, Wiyatno menegaskan komitmen menindaklanjuti instruksi tersebut, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak buruk karhutla yang kerap terjadi, terutama saat musim kemarau.
Menurutnya, langkah-langkah strategis terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, baik dengan instansi pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, maupun masyarakat.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli rutin di wilayah rawan, penyediaan sarana prasarana pemadam kebakaran, serta penguatan sistem deteksi dini.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang menjadi salah satu penyebab utama karhutla.
Dia menegaskan pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Kesadaran kolektif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengubah kebiasaan yang berpotensi merusak lingkungan.
Baca juga: Expo Kapuas 2026 diharapkan tarik minat investor berinvestasi di daerah
Baca juga: Usis I Sangkai terpilih aklamasi sebagai Ketua DAD Kapuas
Baca juga: Kehadiran Ustadz Das'ad Latif warnai puncak Hari jadi Kapuas ke-220
Pewarta : All Ikhwan
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
