
Lomba Bagasing dan Balogo meriahkan Festival Budaya di Kapuas

Kuala Kapuas (ANTARA) - Puluhan peserta putra dan putri di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, adu ketangkasan dalam lomba Bagasing dan Balogo, meriahkan Festival Budaya Tingang Menteng Penunjung Tarung, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Pemkab Kapuas.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda,” kata Pelaksana Tugas Kepala Disbudparpora Kapuas, Budi Kurniawan di Kuala Kapuas, Selasa.
Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus hiburan masyarakat yang menampilkan permainan tradisional khas Kalteng, yakni tarung bagasing dan balogo.
Dalam festival tersebut, tercatat sebanyak 14 grup bagasing putra dan 4 grup bagasing putri turut ambil bagian. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan dan sekolah yang antusias menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam permainan tradisional ini.
Peraturan permainan yang diterapkan dalam tarung bagasing terdiri dari dua poin utama, yakni pertama, teknik “bacurai”, yaitu cara memukul atau menikam bagasing lawan. Dalam tahap ini, pihak yang kalah wajib memasang bagasing. Kedua, peserta yang kalah pada ronde sebelumnya akan memasang terlebih dahulu pada ronde berikutnya.
Baca juga: Expo Kapuas 2026 diharapkan tarik minat investor berinvestasi di daerah
Antusiasme penonton memadati area Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas, yang menjadi tempat lokasi kegiatan dilaksanakan, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap tradisi tersebut.
Lomba balogo, permainan tradisional khas daerah yang sarat nilai budaya ini diikuti peserta lomba cukup signifikan, dengan total 53 orang. Rinciannya, peserta laki-laki berjumlah 37 orang, sementara peserta putri sebanyak 16 orang.
Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa permainan tradisional balogo masih diminati dan terus dilestarikan oleh masyarakat.
Dalam aturan lomba, setiap grup diberikan waktu bermain selama 2 menit untuk setiap pertandingan. Satu grup terdiri dari 3 orang pemain yang bekerja sama untuk meraih kemenangan.
Melalui kegiatan ini, Budi berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya lokal, sekaligus menjaga warisan tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Baca juga: Usis I Sangkai terpilih aklamasi sebagai Ketua DAD Kapuas
Baca juga: Kehadiran Ustadz Das'ad Latif warnai puncak Hari jadi Kapuas ke-220
Baca juga: Pemkab Kapuas targetkan jembatan Desa Lawang Kamah rampung dalam dua bulan
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
