
Pemkab Sukamara prioritaskan akses lintas provinsi dan infrastruktur dasar

Sukamara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) memastikan, pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas pada 2026, meski terjadi refocusing anggaran yang berdampak pada keterbatasan fiskal daerah.
Kepala Dinas PUPRPRKP Sukamara, Muhammad Fakhmy Rizali di Sukamara, Rabu, mengatakan dengan kekuatan anggaran yang terbatas akibat efisiensi, tetap memfokuskan alokasi pada pembangunan jalan, jembatan, sanitasi serta pengairan.
"Pengairan ini bukan hanya irigasi, tetapi juga mencakup penanganan abrasi dan pengendalian banjir," ucapnya.
Ia mengakui, dengan kondisi APBD yang minim, pemerintah daerah menghadapi tantangan besar dalam merealisasikan sejumlah program strategis. Karena itu, Dins PUPRPRKP aktif melakukan pendekatan dan lobi ke pemerintah provinsi maupun kementerian, guna mendapatkan tambahan dukungan anggaran.
"Kami berharap dari APBD yang sudah efisiensi ini tetap bisa bergerak, meski memang cukup sulit. Makanya kita intens melakukan pendekatan ke provinsi dan kementerian agar mendapat porsi dukungan," beber Fakhmy.
Adapun salah satu program unggulan yang kini didorong percepatannya adalah pembukaan akses jalan menuju lintas provinsi untuk membuka konektivitas perbatasan. Namun, upaya tersebut masih terkendala status jalan yang saat ini masih tercatat sebagai jalan kabupaten.
"Kami upayakan agar statusnya bisa ditingkatkan menjadi jalan nasional karena ini merupakan lintas provinsi. Prosesnya masih berjalan dan kami juga menghadapi kendala administrasi," ungkapnya.
Upaya tersebut, lanjut Fakhmy, telah mendapat dukungan dari anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Syauqie, agar akses lintas provinsi tersebut dapat segera terealisasi dan tembus antardaerah.
"Harapan kami tentu akses transportasi antar provinsi ini bisa segera terhubung dan dapat dilalui masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Bupati Sukamara terbitkan SE penerapan skema WFH dan WFO kepada ASN
Selain jalan, Dinas PUPRPRKP juga berupaya membuka akses pendukung lain seperti pelabuhan dan bandara. Untuk pelabuhan, dukungan dinilai semakin kuat seiring rencana pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Sukamara, meliputi kawasan industri, kawasan ketahanan pangan khususnya peternakan, serta kawasan transmigrasi.
"Dengan adanya tiga PSN ini, dukungan infrastruktur menjadi sangat penting. Kita fokus pada peningkatan sarana dan prasarana untuk mendukung PSN," tegasnya.
Ia menambahkan, rencana pembangunan pelabuhan industri di daerah tersebut diharapkan tidak hanya melayani kepentingan kawasan industri, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk akses umum masyarakat.
"Kalau sesuai rencana, pelabuhan industri ini nantinya juga bisa membuka akses untuk umum. Itu yang kita harapkan," katanya.
Dengan dorongan pembangunan infrastruktur dan hadirnya PSN di wilayah Sukamara, pemerintah daerah optimistis akan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perputaran ekonomi yang lebih besar di daerah.
"Harapan kami, keberadaan PSN ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perputaran dana di wilayah kita juga semakin meningkat," demikian Fakhmy.
Baca juga: Bupati Sukamara targetkan Koperasi Merah Putih rampung Juli 2026
Baca juga: Komitmen tekan pengangguran, Sukamara masuk 70 daerah terpilih penilaian nasional
Baca juga: Bupati Sukamara tekankan Musrenbang RKPD 2027 fokus sinergi dan efisiensi anggaran
Pewarta : Donefrid Lalang
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
