Logo Header Antaranews Kalteng

Kapuas masuk daerah risiko tinggi rawan kebakaran hutan dan lahan

Rabu, 13 Mei 2026 15:15 WIB
Image Print
Rakor Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Wilayah Kabupaten Kapuas Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bapperida Kapuas, Rabu (13/5/2026). ANTARA/HO-Diskominfosantik Kapuas.

Kuala Kapuas (ANTARA) - Berdasarkan kajian risiko bencana nasional Tahun 2022–2026, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, termasuk daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat risiko tinggi.

Total luasan risiko Karhutla di daerah ini mencapai sekitar 1.443.774 hektare, kata Wakil Bupati Kapuas, Dodo, di Kuala Kapuas, Rabu.

"Jadi, diperlukan kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak dalam upaya mencegah dan menangani karhutla ini," tambahnya.

Hal itu disampaikan dirinya saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Wilayah Kabupaten Kapuas Tahun 2026. yang berlangsung di Aula Kantor Bapperida Kapuas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau serta potensi meningkatnya titik panas (hotspot) di wilayah kabupaten setempat.

"Karhutla bukan hanya soal api, tetapi dampak kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi hingga ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan prakiraan BMKG, potensi titik panas diperkirakan mulai meningkat pada Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkab Kapuas menekankan beberapa langkah penting, di antaranya mengaktifkan kembali Posko Siaga Karhutla di tingkat desa dan kelurahan, meningkatkan patroli terpadu, serta memberdayakan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Selain itu, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah meminta aparat penegak hukum bersama Satgas Karhutla menindak tegas pelaku pembakaran lahan sesuai aturan yang berlaku.

Perusahaan perkebunan, HPH, HTI maupun perusahaan pertambangan juga diingatkan agar aktif menjaga wilayah konsesi dan sekitarnya dari ancaman kebakaran.

Pemkab Kapuas juga menekankan pentingnya sinergi antara BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, serta seluruh unsur terkait dalam satu komando penanganan Karhutla.

Baca juga: Pemkab Kapuas kirim 105 kontingen ke FBIM 2026 Kalteng

Di samping itu, edukasi kepada masyarakat terkait pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) terus didorong dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh agama.

Dodo turut mengingatkan agar kejadian kabut asap besar yang pernah terjadi pada tahun 2015 hingga 2019, tidak kembali terulang.

"Mari kita jadikan Kabupaten Kapuas sebagai contoh daerah yang berhasil menekan angka Karhutla melalui kerja kolaboratif yang solid," demikian Dodo.

Baca juga: Kapuas jadi daerah prioritas pengembangan sawah baru di Kalteng

Baca juga: Wabup Kapuas apresiasi konferensi PWI X Tahun 2026

Baca juga: Pemkab Kapuas perkuat sinkronisasi data dengan BPS untuk dukung Pro SN



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026