
FKIP UPR Prodi Bahasa Inggris galakkan 'English Hours' di perpustakaan Kalimantan Tengah

Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan menghadirkan native speakers atau penutur asli dari berbagai negara setiap Sabtu mulai pukul 10.00-12.00 WIB
Palangka Raya (ANTARA) - Tim Pengabdian yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalimantan Tengah mengusung Program "English Hours" dalam upaya memacu literasi maupun kemampuan berbahasa Inggris masyarakat.
"Kami menyadari bahasa Inggris adalah kunci penting untuk membuka banyak peluang di masa depan. Maka dengan English Hours, kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang santai, bebas tekanan dan bisa diakses oleh siapa saja," terang Ketua Tim Pengabdi FKIP UPR Prodi Bahasa Inggris Susan Ira Nova di Palangka Raya, Selasa.
Susan mengatakan perpustakaan merupakan tempat terbaik untuk memadukan literasi membaca dengan praktik berbahasa. Oleh karenanya kolaborasi bersama Dispursip Kalimantan Tengah dinilai sebagai langkah tepat, agar program ini berjalan optimal.
Dalam pelaksanaannya Susan melibatkan mahasiswa Prodi Bahasa Inggris yang dikoordinir oleh Noor Wasilah, Anisa Dear Berutu dan Ahmad Fahrezi. Ketiganya merupakan mahasiswa Prodi Bahasa Inggris sekaligus anggota tim pengabdi.
Kegiatan edukatif dan interaktif ini diselenggarakan secara rutin di Perpustakaan Kalimantan Tengah di Jalan AIS Nasution Nomor 11 Palangka Raya. Program "English Hours" dirancang sebagai wadah belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan daerah.
Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan menghadirkan native speakers atau penutur asli dari berbagai negara setiap Sabtu mulai pukul 10.00-12.00 WIB. Inisiatif ini lahir dari kepedulian Tim Pengabdi FKIP UPR terhadap pentingnya penguasaan bahasa asing di era globalisasi.
Baca juga: Pesona Tambun Bungai dukung suksesnya Gerakan Bangga Buatan Indonesia
Dengan memanfaatkan fasilitas publik seperti perpustakaan, program ini diharap tidak hanya mengasah kemampuan komunikasi bahasa Inggris peserta, tetapi juga menarik lebih banyak masyarakat berkunjung dan memanfaatkan fasilitas Perpustakaan Kalimantan Tengah.
Sejak dimulai pada 18 April 2026 sampai saat ini, program ini sudah menghadirkan berbagai kegiatan inovatif menggunakan bahasa Inggris, di antaranya mewarnai gambar, memasak dan bermain games informatif. Ratusan pemustaka pun sudah merasakan manfaatnya.
Kepala Dispursip Kalimantan Tengah Adiah Chandra Sari mengatakan perpustakaan membuka secara luas kepada semua pihak yang memiliki semangat sama dalam meningkatkan literasi, termasuk literasi berbahasa Inggris.
" Kami memberi dukungan penuh terhadap kolaborasi ini dan diharap sinergi antara akademisi dan perpustakaan daerah ini terus berlanjut, memberi dampak positif yang nyata bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)," jelasnya.
Onasis salah seorang pengunjung mengatakan program ini sangat bagus, lantaran ditantang untuk berani berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan orang lain maupun penutur asli.
"Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di sini saja tapi harus terus berlanjut," tuturnya.
Baca juga: BI dan pemda kolaborasi bantu UMKM di Kalteng naik kelas
Baca juga: OJK perkuat ekosistem hulu-hilir buah naga di Kalteng
Baca juga: Pesona Tambun Bungai kembangkan ekonomi dengan bangga produk lokal
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
