
Bupati Lamandau tekankan akurasi data dan percepatan program prioritas

Nanga Bulik (ANTARA) - Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah Rizky Aditya Putra mengatakan camat memiliki peran penting sebagai ujung tombak pemerintah daerah dalam memastikan seluruh program pembangunan dan pelayanan publik berjalan efektif serta tepat sasaran.
"Setiap camat harus benar-benar memahami kondisi wilayahnya masing-masing. Data yang disajikan harus akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan karena menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan," katanya di Nanga Bulik.
Dia menjabarkan sejumlah indikator strategis, antara lain penyaluran dana desa, pemutakhiran data stunting beserta upaya penanganannya, hingga validasi data kemiskinan.
Kemudian penyelesaian aset daerah, pengamanan Barang Milik Daerah (BMD), realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta lainnya.
Ia juga meminta para camat meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat daerah terkait, khususnya dalam mempercepat penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan.
Baca juga: Bupati Lamandau minta PKS sesuaikan harga TBS sawit demi kesejahteraan petani
Selain itu, Rizky mendorong optimalisasi pendapatan daerah melalui peningkatan realisasi PBB dan retribusi daerah. Menurutnya, percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap kinerja aparatur kecamatan semakin meningkat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan pemerintah desa dalam mendukung percepatan pembangunan yang merata, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Baca juga: Bupati Lamandau dukung Pusat wujudkan ketahanan pangan
Baca juga: Pemkab Lamandau dorong organda tingkatkan layanan transportasi aman dan berdaya saing
Baca juga: Bupati Lamandau dorong penguatan ketahanan pangan saat HUT ke-21 Menthobi Raya
Pewarta : Yansyah
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
