Harga Sarang Burung Walet Di Kotim Lesu
Jumat, 19 April 2013 9:53 WIB
Ilustrasi, Sarang Walet (harga-walet.blogspot.com) (Istimewa)
Sampit, Kalteng, 19/4 (ANTARA) - Harga sarang burung walet yang lesu dalam beberapa pekan terakhir, membuat sebagian pengusaha di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah terlihat belum memberi motivasi bagi pengembangan bisnis tersebut.
"Harganya masih rendah dan bahkan saya dengar ada yang mau menjualnya. Sekarang semakin banyak bangunan sarang walet, mungkin peredaran sarang walet banyak sehingga harganya murah," kata seorang pengusaha walet Iwan di Sampit, Jumat.
Harga sarang walet beloncong berkualitas campuran tanpa dipilah antara Rp3-Rp4 juta/Kg, sedangkan yang kualitas bagus Rp5 juta/Kg. Harga ini jauh lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu, mencapai Rp15 juta/Kg.
Rendahnya harga sarang burung walet membuat pengusaha malas mengontrol usahanya. Pembangunan gedung walet baru pun nyaris tidak ada karena pengusaha takut rugi, apalagi investasi untuk satu gedung pembudidayaan mencapai ratusan juta rupiah.
"Saya sendiri tidak memeriksa walet saya karena harganya rendah sehingga kurang bergairah, padahal kalau tidak dipanen sesuai jadwal, kualitasnya akan berkurang," katanya.
Terpuruknya harga sarang burung walet ini terjadi setahun terakhir sehingga cukup membuat pengusaha tidak nyaman. Terlebih bagi mereka yang baru memulai usaha ini tentu cukup terpukul karena kondisi saat ini jauh dari yang mereka bayangkan sebelumnya.
Dia mengatakan, tidak sedikit pengusaha yang meminjam modalnya di bank sehingga harus bersabar mengembalikan karena harga sarang walet sedang lesu.
Saat harganya belasan juta rupiah per kilogram, masyarakat ramai-ramai menanam investasinya. Ada yang sengaja mengeluarkan modal besar membangun gedung permanen layaknya hotel, namun tidak sedikit pula yang memanfaatkan sebagian atas rumah bagi penangkaran walet.
Bangunan gedung sarang walet paling banyak terdapat di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, daerah yang konon merupakan asal berkembangnya bisnis sarang walet.
Namun saat ini ratusan bangunan sarang burung walet terdapat di pusat kota Sampit, bahkan di kawasan pasar. Bagian dasar bangunan dimanfaatkan untuk bisnis, sedangkan di bagian atas digunakan untuk budidaya sarang burung walet.
"Kondisi harga sekarang membuat pengusaha kesulitan. Saat harga anjlok tahun lalu, banyak pengusaha mencoba peruntungan dengan membeli lahan sawit. Kini mereka kembali risau karena harga sawit juga turun," kata Iwan.
(T.KR-NJI/B/S019/S019)
"Harganya masih rendah dan bahkan saya dengar ada yang mau menjualnya. Sekarang semakin banyak bangunan sarang walet, mungkin peredaran sarang walet banyak sehingga harganya murah," kata seorang pengusaha walet Iwan di Sampit, Jumat.
Harga sarang walet beloncong berkualitas campuran tanpa dipilah antara Rp3-Rp4 juta/Kg, sedangkan yang kualitas bagus Rp5 juta/Kg. Harga ini jauh lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu, mencapai Rp15 juta/Kg.
Rendahnya harga sarang burung walet membuat pengusaha malas mengontrol usahanya. Pembangunan gedung walet baru pun nyaris tidak ada karena pengusaha takut rugi, apalagi investasi untuk satu gedung pembudidayaan mencapai ratusan juta rupiah.
"Saya sendiri tidak memeriksa walet saya karena harganya rendah sehingga kurang bergairah, padahal kalau tidak dipanen sesuai jadwal, kualitasnya akan berkurang," katanya.
Terpuruknya harga sarang burung walet ini terjadi setahun terakhir sehingga cukup membuat pengusaha tidak nyaman. Terlebih bagi mereka yang baru memulai usaha ini tentu cukup terpukul karena kondisi saat ini jauh dari yang mereka bayangkan sebelumnya.
Dia mengatakan, tidak sedikit pengusaha yang meminjam modalnya di bank sehingga harus bersabar mengembalikan karena harga sarang walet sedang lesu.
Saat harganya belasan juta rupiah per kilogram, masyarakat ramai-ramai menanam investasinya. Ada yang sengaja mengeluarkan modal besar membangun gedung permanen layaknya hotel, namun tidak sedikit pula yang memanfaatkan sebagian atas rumah bagi penangkaran walet.
Bangunan gedung sarang walet paling banyak terdapat di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, daerah yang konon merupakan asal berkembangnya bisnis sarang walet.
Namun saat ini ratusan bangunan sarang burung walet terdapat di pusat kota Sampit, bahkan di kawasan pasar. Bagian dasar bangunan dimanfaatkan untuk bisnis, sedangkan di bagian atas digunakan untuk budidaya sarang burung walet.
"Kondisi harga sekarang membuat pengusaha kesulitan. Saat harga anjlok tahun lalu, banyak pengusaha mencoba peruntungan dengan membeli lahan sawit. Kini mereka kembali risau karena harga sawit juga turun," kata Iwan.
(T.KR-NJI/B/S019/S019)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi ringkus pelaku simpan 44 paket sabu dalam kotak headset di Puntun Palangka Raya
24 January 2026 21:55 WIB
Bangunan sarang walet lima lantai di Kapuas terbakar, kerugian ditaksir ratusan juta
30 June 2025 21:10 WIB
Takut jadi korban sengatan, sarang tawon vespa jumbo dievakuasi dari rumah warga
12 November 2024 15:25 WIB, 2024
Bapenda Gumas gencar sosialisasikan kenaikan pajak sarang burung walet
09 August 2024 14:05 WIB, 2024
Pajak sarang walet berkontribusi terhadap gagalnya pencapaian target PAD Kotim
12 June 2024 19:23 WIB, 2024