Parah! Gara-gara Proyek Desa, Kades Berkelahi Hingga Berdarah
Selasa, 16 Januari 2018 23:13 WIB
Sejumlah polisi berpakaian sipil menjaga salah satu korban perkelahian antara Kepala Desa Ipu dan mantan Kepala Desa Ipu di RSUD Muara Teweh, Selasa (16/1). malam. (Ist)
Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Kepala Desa dan bekas kepala Desa Ipu Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah berkelahi yang mengakibatkan keduanya mengalami luka parah diduga gara-gara proyek desa.
Perkelahian antara Kepala Desa Ipu Askameng dan bekas Kepala Desa yang sama bernama Sukarni terlibat perkelahian berdarah di Desa Ipu Kecamatan Lahei, Selasa.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/1) di Desa Ipu Kecamatan Lahei pada pukul 19.00 Wib. Keduanya saling berkelahi menggunakan sajam jenis parang hingga saling terluka dan menyebabkan kedua pergelangan tangan Askameng nyaris putus ditebas.
Informasi yang dihimpun Antara menyebutkan awalnya Askameng yang menjabat sebagai Kepala Desa Ipu memiliki pekerjaan dengan Sukarni. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat kendala dan menyebabkan selisih paham.
Selasa siang, keduanya bertemu dan membahas soal proyek yang dilakukan keduanya. Namun keduanya berselisih, dan saling membawa parang.
Tak lama mereka pun berkelahi. Keduanya saling mengayun parang hingga terluka. Askameng terluka di bagian kepala dan kedua pergelangan tangan yang hampir putus karena tebasan. Sedangkan Sukarni terluka di bagian lengan kanan.
Keduanya lalu dilerai oleh warga. Dua orang yang masih berhubungan saudara itu lalu dilarikan ke RSUD Muara Teweh.
Direktur RSUD Muara Teweh, Dwi Agus Setijowati menuturkan keduanya saat ini masih dirawat intensif di ruang IGD dan kamar operasi. Disebutkannya, luka paling parah dialami oleh Askameng.
"Pergelangan tangan hampir putus sampai kelihatan tulangnya. Saat ini masih ditangani intensif oleh tim dokter," kata Dwi Agus ditemui di RSUD Muara Teweh.
Perkelahian antara Kepala Desa Ipu Askameng dan bekas Kepala Desa yang sama bernama Sukarni terlibat perkelahian berdarah di Desa Ipu Kecamatan Lahei, Selasa.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/1) di Desa Ipu Kecamatan Lahei pada pukul 19.00 Wib. Keduanya saling berkelahi menggunakan sajam jenis parang hingga saling terluka dan menyebabkan kedua pergelangan tangan Askameng nyaris putus ditebas.
Informasi yang dihimpun Antara menyebutkan awalnya Askameng yang menjabat sebagai Kepala Desa Ipu memiliki pekerjaan dengan Sukarni. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat kendala dan menyebabkan selisih paham.
Selasa siang, keduanya bertemu dan membahas soal proyek yang dilakukan keduanya. Namun keduanya berselisih, dan saling membawa parang.
Tak lama mereka pun berkelahi. Keduanya saling mengayun parang hingga terluka. Askameng terluka di bagian kepala dan kedua pergelangan tangan yang hampir putus karena tebasan. Sedangkan Sukarni terluka di bagian lengan kanan.
Keduanya lalu dilerai oleh warga. Dua orang yang masih berhubungan saudara itu lalu dilarikan ke RSUD Muara Teweh.
Direktur RSUD Muara Teweh, Dwi Agus Setijowati menuturkan keduanya saat ini masih dirawat intensif di ruang IGD dan kamar operasi. Disebutkannya, luka paling parah dialami oleh Askameng.
"Pergelangan tangan hampir putus sampai kelihatan tulangnya. Saat ini masih ditangani intensif oleh tim dokter," kata Dwi Agus ditemui di RSUD Muara Teweh.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polsek Pahandut damaikan pelajar yang terlibat perkelahian di Palangka Raya
09 August 2022 16:32 WIB, 2022
Tombak Vs Badik, 2 Warga Muara Teweh Tewas Mengenaskan Akibat Saling Serang
16 February 2017 17:20 WIB, 2017
Berkelahi di Acara Perkawinan, Seorang Warga Pendang Barsel Meninggal Dunia
16 September 2016 10:58 WIB, 2016
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Pemkab Barut prioritaskan pengendalian inflasi untuk stabilitas harga kebutuhan pokok
11 May 2026 16:33 WIB
Siapkan penanggulangan karhutla, Medco dan PLN latihan gabungan tanggap darurat
10 May 2026 14:09 WIB