Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupatnen Barito Utara, Kalimantan Tengah, mendapat kouta tambahan pupuk bersubsidi melalui realokasi tahap III tahun 2018.

"Bertambahnya jatah pupuk bersubsidi ini setelah pihaknya mengusulkan revisi kouta karena kebutuhan pupuk oleh petani meningkat apalagi dalam menghadapi musim tanam Oktober 2018-Maret 2019 sehingga banyak membutuhkan pupuk bersubsidi," kata Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi di Muara Teweh, Senin.

Menurut Budi, kouta pupuk bersubsidi Kabupaten Barito Utara sampai Juni 2018 sebanyak 2.705 ton adalah jenis urea sebanyak 450 ton, SP-36 sekitar 494 ton, ZA 217 ton, NPK mencapai 1.150 ton dan Organik 394 ton.

Kemudian mendapat tambahan pada tahap III yakni mencapai 4.005 ton meliputi jenis urea sebanyak 1.050 ton, SP-36 tetap 494 ton, ZA 217 ton, NPK mencapai 1.850 ton dan Organik 394 ton.

"Pendistribusian pupuk bersubsidi untuk petani selama Januari-Juni 2018 mencapai 2.279,30 ton atau 84,25 persen dari kouta 2.705 ton," kata Budi didampingi Kasi Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin, Katiman.

Dia memperkirakan permintaan pupuk bersubsidi kembali meningkat pada Oktober-Maret karena akan dibuka lahan padi sawah dan padi ladang seiring mulainya musim hujan.

Penyaluran pupuk bersubsidi oleh pihak distributor tergantung pada permintaan kelompok petani.

Tiga distributor pupuk untuk Barito Utara yaitu dua berkantor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan satu di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dengan produsen pupuk PT Petrokimia dan PT Pupuk Kalimantan Timur.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan distributor pupuk PT Petrokimia (pupuk ZA, SP-23 dan Organik) untuk membahas ketersediaan pupuk dalam menghadapi musim tanam Okmar 2018 dan penambahan kios penyalur di sentra-sentra produksi dan memudahkan petani mendapat pupuk bersubsidi," kata Budi.

Pewarta : Kasriadi
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024