Bikin penasaran, Kotim garap desa wisata 'Kampung Dayak'
Kamis, 27 September 2018 5:49 WIB
Perumahan relokasi nelayan korban abrasi di Desa Ujung Pandaran ini menjadi salah satu alternatif lokasi pembentukan desa wisata 'Kampung Dayak' yang sedang disiapkan Pemkab Kotim. (Foto Antara Kalteng/Norjani)
Sampit (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, mulai menggarap desa wisata di Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, yang akan diberi nama Kampung Dayak.
"Nanti yang terlibat dalam menyiapkan ini tidak hanya satu satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) tertentu, tetapi banyak SOPD sesuai bidang masing-masing," kata Bupati H Supian Hadi di Sampit, Rabu.
Desa Ujung Pandaran berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat kota Sampit, sudah dikenal sebagai kawasan wisata andalan Kotawaringin Timur.
Selain pantainya yang indah, di desa itu juga terdapat wisata religi berupa kubah atau makam seorang ulama, hutan mangrove, habitat monyet pantai hingga air terjun gambut atau dikenal dengan sebutan air terjun merah.
Kini pemerintah daerah akan menciptakan satu lagi destinasi baru yaitu desa wisata Kampung Dayak. Sebuah kawasan permukiman di desa itu akan didesain dengan nuansa tradisional kehidupan masyarakat suku Dayak.
Bangunan-bangunan fasilitas umum akan dilengkapi ornamen khas Dayak. Masyarakatnya juga diarahkan untuk menggunakan bahasa Dayak sehingga wisatawan yang berkunjung merasakan hal-hal unik yang tidak mereka temukan di tempat lain.
Kampung Dayak juga akan dilengkapi tempat penjualan suvenir dan oleh-oleh. Sesekali akan digelar pertunjukan seni budaya Dayak untuk menghibur wisatawan sekaligus sarana pelestarian budaya setempat.
Pemerintah akan membangun kantor desa, tempat pengolahan sampah, pasar, sarana olahraga, sarana pendidikan dan lainnya di desa wisata itu. Pembangunan itu diperkirakan akan menghabiskan biaya hingga puluhan miliar.
"Kami sudah rapat membahas anggarannya agar tidak menumpuk di satu SOPD. Perencanaannya sedang dibuat. Mudah-mudahan tahun 2019 bisa dimulai pembangunannya," harap Supian.
Berdasarkan informasi Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kotawaringin Timur, rencananya ada tiga desa wisata yang dikembangkan di sepanjang ruas jalan Sampit hingga Ujung Pandaran. Ketiga desa wisata itu akan menjadi persinggahan bagi wisatawan yang akan berwisata ke Pantai Ujung Pandaran.
Kotawaringin Timur telah mencanangkan diri sebagai daerah tujuan wisata. Pemerintah daerah pun makin serius mengembangkan pariwisata karena dampaknya mulai terasa dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Potensi pariwisata Kotawaringin Timur cukup besar sehingga sangat potensial untuk dikembangkan. Supian yakin sektor pariwisata akan mampu menjadi sektor andalan baru untuk turut menopang pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Nanti yang terlibat dalam menyiapkan ini tidak hanya satu satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) tertentu, tetapi banyak SOPD sesuai bidang masing-masing," kata Bupati H Supian Hadi di Sampit, Rabu.
Desa Ujung Pandaran berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat kota Sampit, sudah dikenal sebagai kawasan wisata andalan Kotawaringin Timur.
Selain pantainya yang indah, di desa itu juga terdapat wisata religi berupa kubah atau makam seorang ulama, hutan mangrove, habitat monyet pantai hingga air terjun gambut atau dikenal dengan sebutan air terjun merah.
Kini pemerintah daerah akan menciptakan satu lagi destinasi baru yaitu desa wisata Kampung Dayak. Sebuah kawasan permukiman di desa itu akan didesain dengan nuansa tradisional kehidupan masyarakat suku Dayak.
Bangunan-bangunan fasilitas umum akan dilengkapi ornamen khas Dayak. Masyarakatnya juga diarahkan untuk menggunakan bahasa Dayak sehingga wisatawan yang berkunjung merasakan hal-hal unik yang tidak mereka temukan di tempat lain.
Kampung Dayak juga akan dilengkapi tempat penjualan suvenir dan oleh-oleh. Sesekali akan digelar pertunjukan seni budaya Dayak untuk menghibur wisatawan sekaligus sarana pelestarian budaya setempat.
Pemerintah akan membangun kantor desa, tempat pengolahan sampah, pasar, sarana olahraga, sarana pendidikan dan lainnya di desa wisata itu. Pembangunan itu diperkirakan akan menghabiskan biaya hingga puluhan miliar.
"Kami sudah rapat membahas anggarannya agar tidak menumpuk di satu SOPD. Perencanaannya sedang dibuat. Mudah-mudahan tahun 2019 bisa dimulai pembangunannya," harap Supian.
Berdasarkan informasi Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kotawaringin Timur, rencananya ada tiga desa wisata yang dikembangkan di sepanjang ruas jalan Sampit hingga Ujung Pandaran. Ketiga desa wisata itu akan menjadi persinggahan bagi wisatawan yang akan berwisata ke Pantai Ujung Pandaran.
Kotawaringin Timur telah mencanangkan diri sebagai daerah tujuan wisata. Pemerintah daerah pun makin serius mengembangkan pariwisata karena dampaknya mulai terasa dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Potensi pariwisata Kotawaringin Timur cukup besar sehingga sangat potensial untuk dikembangkan. Supian yakin sektor pariwisata akan mampu menjadi sektor andalan baru untuk turut menopang pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta : Norjani
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warganet dibuat penasaran dengan Unggahan Instagram Risa Saraswati soal banjir
17 February 2021 11:04 WIB, 2021
Penasaran proses pembuatan peraturan daerah, puluhan pelajar datangi DPRD Kotim
21 November 2018 15:55 WIB, 2018
Park Seo-joon dan Kang Ha-neul Beradu Akting di Film Terbaru "Midnight Runners", Penasaran?
31 August 2017 6:25 WIB, 2017
Terpopuler - Kotawaringin Timur
Lihat Juga
Pasangan calon haji asal Kotim diterbangkan ke Madinah setelah sempat tertunda
07 May 2026 15:36 WIB