Daftar makanan 'ajaib' untuk cegah kanker
Selasa, 7 Januari 2020 17:12 WIB
Ilustrasi kurma (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Mencegah lebih baik dari mengobati. Olahraga, gaya hidup sehat dan pola makan bergizi menjadi kunci penting dalam mencegah risiko terkena berbagai penyakit, termasuk kanker.
Berikut adalah daftar makanan sehat yang bisa menurunkan risiko penyakit kanker seperti dihimpun dari berbagai sumber.
1. Bawang putih
Bawang putih mengandung senyawa sulfur yang dapat merangsang pertahanan alami sistem kekebalan tubuh melawan kanker, juga dapat potensi mengurangi pertumbuhan tumor. Bukan cuma bawang putih, bawang merah dan daun bawang juga merupakan tanaman yang bisa mengurangi risiko kanker kolokteral atau usus besar.
Baca juga: Rutin olahraga mampu kurangi risiko kanker hingga getah bening
2. Sayuran cruciferous
Sayuran jenis "cruciferous" seperti brokoli, kubis dan kol tinggi vitamin B dan magnesium serta polifenol yang bisa memperlambat pertubuhan sel kanker. Sementara itu, brokoli mengandung sulforaphane, senyawa yang membantu mencegah kanker atau menghambat pertumbuhan kanker.
3. Limau dan lemon
Jeruk bisa mengurangi risiko Karsinoma sel skuamosa, salah satu tipe kanker kerongkongan atau esofagus.
4. Sayuran hijau
Sayuran hijau seperti bayam hingga kangkung bersifat antioksidan dan anti-inflamasi. Selain itu, karotenoid dalam sayuran hijau dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan kulit.
5. Jahe
Ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu dengan cara mengganggu perkembangan siklus sel kanker, sehingga reproduksi kanker juga terganggu.
Baca juga: Gejala awal kanker ginjal yang diderita Vidi Aldiano
Berdasarkan penelitian di University of Michigan, jahe membuat sel kanker ovarium mati. Tumor yang diinduksi pada hewan laboratorium juga terhambat ketika hewan diberi beta-ionone, komponen yang ditemukan dalam jahe.
6.Kulit anggur
Kulit anggur merah mengandung resveratrol, fitokimia yang ada hubungannya dengan menurunkan kanker serta penyakit jantung dan stroke.
Resveratrol dapat menghambat pertumbuhan kanker dan tumor pada kelenjar getah bening, hati, lambung dan payudara serta membunuh tumor dari leukemia dan kanker usus besar. Anggur juga mengandung asam ellagic yang melindungi paru-paru dari racun lingkungan.
7. Kurma
Kurma mengandung polifenol yang lebih tinggi ketimbang buah atau sayuran lain yang sering dikonsumsi. Polifenol dan vitamin B6 serta serat dapat membantu mencegah jenis kanker tertentu.
Baca juga: Sering mewarnai rambut tingkatkan risiko kanker payudara
8. Wortel
Wortel adalah sumber beta-karoten dan karotenoid, termasuk alpha-karoten dan bioflavonoid, yang bermanfaat dalam mengurangi risiko kanker, terutama kanker paru-paru.
9. Makanan fermentasi
Proses fermentasi menghasilkan asam laktat alami serta enzim fermentasi yang berdampak positif pada metabolisme dan mengobati penyakit seperti kanker. Makanan fermentasi yang mudah ditemukan di Indonesia? Tempe.
10. Apel
Serat alami dalam apel yang berfermentasi di usus besar menghasilkan bahan kimia yang membantu melawan pembentukan sel kanker. Salah satu jenis antioksidan dalam apel, yang disebut procyanidins, memicu serangkaian sinyal sel yang membuat sel kanker mati.
Baca juga: Korupsi di Indonesia ibarat penyakit kanker stadium IV
Baca juga: Pemprov Kalteng gelar audiensi bersama B2P2TOOT terkait bajakah
Baca juga: Lawan pilek hingga kanker payudara dengan bawang merah
Berikut adalah daftar makanan sehat yang bisa menurunkan risiko penyakit kanker seperti dihimpun dari berbagai sumber.
1. Bawang putih
Bawang putih mengandung senyawa sulfur yang dapat merangsang pertahanan alami sistem kekebalan tubuh melawan kanker, juga dapat potensi mengurangi pertumbuhan tumor. Bukan cuma bawang putih, bawang merah dan daun bawang juga merupakan tanaman yang bisa mengurangi risiko kanker kolokteral atau usus besar.
Baca juga: Rutin olahraga mampu kurangi risiko kanker hingga getah bening
2. Sayuran cruciferous
Sayuran jenis "cruciferous" seperti brokoli, kubis dan kol tinggi vitamin B dan magnesium serta polifenol yang bisa memperlambat pertubuhan sel kanker. Sementara itu, brokoli mengandung sulforaphane, senyawa yang membantu mencegah kanker atau menghambat pertumbuhan kanker.
3. Limau dan lemon
Jeruk bisa mengurangi risiko Karsinoma sel skuamosa, salah satu tipe kanker kerongkongan atau esofagus.
4. Sayuran hijau
Sayuran hijau seperti bayam hingga kangkung bersifat antioksidan dan anti-inflamasi. Selain itu, karotenoid dalam sayuran hijau dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan kulit.
5. Jahe
Ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu dengan cara mengganggu perkembangan siklus sel kanker, sehingga reproduksi kanker juga terganggu.
Baca juga: Gejala awal kanker ginjal yang diderita Vidi Aldiano
Berdasarkan penelitian di University of Michigan, jahe membuat sel kanker ovarium mati. Tumor yang diinduksi pada hewan laboratorium juga terhambat ketika hewan diberi beta-ionone, komponen yang ditemukan dalam jahe.
6.Kulit anggur
Kulit anggur merah mengandung resveratrol, fitokimia yang ada hubungannya dengan menurunkan kanker serta penyakit jantung dan stroke.
Resveratrol dapat menghambat pertumbuhan kanker dan tumor pada kelenjar getah bening, hati, lambung dan payudara serta membunuh tumor dari leukemia dan kanker usus besar. Anggur juga mengandung asam ellagic yang melindungi paru-paru dari racun lingkungan.
7. Kurma
Kurma mengandung polifenol yang lebih tinggi ketimbang buah atau sayuran lain yang sering dikonsumsi. Polifenol dan vitamin B6 serta serat dapat membantu mencegah jenis kanker tertentu.
Baca juga: Sering mewarnai rambut tingkatkan risiko kanker payudara
8. Wortel
Wortel adalah sumber beta-karoten dan karotenoid, termasuk alpha-karoten dan bioflavonoid, yang bermanfaat dalam mengurangi risiko kanker, terutama kanker paru-paru.
9. Makanan fermentasi
Proses fermentasi menghasilkan asam laktat alami serta enzim fermentasi yang berdampak positif pada metabolisme dan mengobati penyakit seperti kanker. Makanan fermentasi yang mudah ditemukan di Indonesia? Tempe.
10. Apel
Serat alami dalam apel yang berfermentasi di usus besar menghasilkan bahan kimia yang membantu melawan pembentukan sel kanker. Salah satu jenis antioksidan dalam apel, yang disebut procyanidins, memicu serangkaian sinyal sel yang membuat sel kanker mati.
Baca juga: Korupsi di Indonesia ibarat penyakit kanker stadium IV
Baca juga: Pemprov Kalteng gelar audiensi bersama B2P2TOOT terkait bajakah
Baca juga: Lawan pilek hingga kanker payudara dengan bawang merah
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelatihan cetak inovator herbal UMPR dorong kemandirian-inovasi obat tradisional
26 November 2025 12:33 WIB
Penelitian ungkap obat kumur anti kuman bisa gunakan ekstrak bawang putih
20 November 2025 11:30 WIB
Mahasiswa Farmasi UMPR lestarikan kearifan lokal lewat buku saku tanaman obat Suku Dayak
13 November 2025 15:09 WIB
Bupati Kotim apresiasi prestasi pelajar SMPN 1 Sampit mengangkat manfaat gelinggang
19 September 2025 5:12 WIB
FK-Fakultas Farmasi UMPR edukasi ibu pengajian tentang pemanfaatan tanaman obat
25 August 2025 12:56 WIB
Direktur RSUD Pulpis pastikan kebutuhan obat pasien tercukupi pasca kebakaran
26 July 2025 21:48 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Manfaat kesehatan minyak esensial dapat dioptimalkan melalui teknik racikan yang tepat
02 February 2026 0:12 WIB