BPJS Ketenagakerjaan siap hadapi tantangan pengelolaan Jaminan Sosial
Rabu, 3 Maret 2021 16:02 WIB
Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Haiyani Rumondang menyerahkan petikan kepres kepada Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo. (ANTARA/HO/BPJAMSOSTEK).
Palangka Raya (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) di tengah jajaran pimpinan yang baru mengaku siap menghadapi tantangan dalam pengelolaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya beserta jajaran direksi siap melaksanakan amanah Presiden.
"Kami akan selalu menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dengan tata kelola yang baik, dan tetap mengedepankan inovasi untuk menghadapi tantangan implementasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," katanya.
Dia mengatakan secara umum dan berdasarkan Asosiasi Jaminan Sosial Sedunia (ISSA), ada 4 tantangan utama yang siap dihadapi ke depan.
Keempatnya yakni perlindungan bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia, kemudian perlindungan pada pasar tenaga kerja di era industri 4.0, peningkatan manfaat, kemudahan dan kecepatan layanan dan selanjutnya peningkatan IT 'Agility'.
Anggoro menambahkan, untuk merespon tantangan tersebut Direksi BPJAMSOSTEK akan menjalankan lima program prioritas meliputi kemudahan daftar dan bayar iuran dan implementasi pelaksanaan program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan).
Kemudian utilisasi aplikasi digital yang akan dinamakan J-Mo (Jamsostek Mobile), penguatan infrastruktur meliputi IT, SDM dan "cost competitiveness)" dan terakhir peningkatan kualitas dan integrasi data.
Senada dengan Dirut BPJAMSOSTEK, Muhammad Zuhri sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK menyampaikan siap bekerja sama dengan jajaran direksi untuk memastikan kinerja BPJS Ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja di masa yang akan datang.
Dia mengatakan ada enam lompatan besar yang menjadi fokus dewan pengawas (Dewas) BPJAMSOSTEK yaitu peningkatan kepesertaan berbasis sinkronisasi data kepesertaan, mendorong perbaikan pelayanan dengan pendekatan strategis dan memperhatikan risiko operasional dan investasi.
Kemudian memenuhi standar operasional BPJAMSOSTEK, menindaklanjuti rekomendasi yang diterbitkan DJSN dan pemeriksaan khusus BPK RI dan menyelesaikan gap antara regulasi dengan implementasi operasional.
Baca juga: BPJAMSOSTEK sosialisasikan cara dapatkan diskon iuran 99 persen
Ketua Komisi Kebijakan DJSN Iene Muliati mengaku pihaknya optimis BPJAMSOSTEK mampu mengukir banyak prestasi dan mewujudkan jaminan sosial nasional yang berkualitas bagi pekerja Indonesia.
Dia berharap Direksi dan Dewas meningkatkan dan mengupayakan usaha terbaik hingga titik maksimal, khususnya pada aspek manajemen kepesertaan, manajemen risiko dan investasi, serta manajemen layanan manfaat.
Sementara itu Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Palangka Raya Royyan Huda sangat mendukung rencana direksi dan dewan pengawas tersebut.
"Kami berharap dengan inovasi ini peserta sampai tingkat daerah juga akan mendapat pelayanan yang maksimal serta memudahkan informasi melalui sistem digitalisasi yang lebih praktis," katanya.
Baca juga: BPJAMSOSTEK Potong 90 Persen Iuran
Baca juga: BPJS-TK nyatakan jaminan sosial tidak dapat dikelola BUMN
Baca juga: BP Jamsostek Cabang Sampit dan tenaga kerja kompak dukung gerakan antikorupsi
Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya beserta jajaran direksi siap melaksanakan amanah Presiden.
"Kami akan selalu menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dengan tata kelola yang baik, dan tetap mengedepankan inovasi untuk menghadapi tantangan implementasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," katanya.
Dia mengatakan secara umum dan berdasarkan Asosiasi Jaminan Sosial Sedunia (ISSA), ada 4 tantangan utama yang siap dihadapi ke depan.
Keempatnya yakni perlindungan bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia, kemudian perlindungan pada pasar tenaga kerja di era industri 4.0, peningkatan manfaat, kemudahan dan kecepatan layanan dan selanjutnya peningkatan IT 'Agility'.
Anggoro menambahkan, untuk merespon tantangan tersebut Direksi BPJAMSOSTEK akan menjalankan lima program prioritas meliputi kemudahan daftar dan bayar iuran dan implementasi pelaksanaan program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan).
Kemudian utilisasi aplikasi digital yang akan dinamakan J-Mo (Jamsostek Mobile), penguatan infrastruktur meliputi IT, SDM dan "cost competitiveness)" dan terakhir peningkatan kualitas dan integrasi data.
Senada dengan Dirut BPJAMSOSTEK, Muhammad Zuhri sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK menyampaikan siap bekerja sama dengan jajaran direksi untuk memastikan kinerja BPJS Ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja di masa yang akan datang.
Dia mengatakan ada enam lompatan besar yang menjadi fokus dewan pengawas (Dewas) BPJAMSOSTEK yaitu peningkatan kepesertaan berbasis sinkronisasi data kepesertaan, mendorong perbaikan pelayanan dengan pendekatan strategis dan memperhatikan risiko operasional dan investasi.
Kemudian memenuhi standar operasional BPJAMSOSTEK, menindaklanjuti rekomendasi yang diterbitkan DJSN dan pemeriksaan khusus BPK RI dan menyelesaikan gap antara regulasi dengan implementasi operasional.
Baca juga: BPJAMSOSTEK sosialisasikan cara dapatkan diskon iuran 99 persen
Ketua Komisi Kebijakan DJSN Iene Muliati mengaku pihaknya optimis BPJAMSOSTEK mampu mengukir banyak prestasi dan mewujudkan jaminan sosial nasional yang berkualitas bagi pekerja Indonesia.
Dia berharap Direksi dan Dewas meningkatkan dan mengupayakan usaha terbaik hingga titik maksimal, khususnya pada aspek manajemen kepesertaan, manajemen risiko dan investasi, serta manajemen layanan manfaat.
Sementara itu Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Palangka Raya Royyan Huda sangat mendukung rencana direksi dan dewan pengawas tersebut.
"Kami berharap dengan inovasi ini peserta sampai tingkat daerah juga akan mendapat pelayanan yang maksimal serta memudahkan informasi melalui sistem digitalisasi yang lebih praktis," katanya.
Baca juga: BPJAMSOSTEK Potong 90 Persen Iuran
Baca juga: BPJS-TK nyatakan jaminan sosial tidak dapat dikelola BUMN
Baca juga: BP Jamsostek Cabang Sampit dan tenaga kerja kompak dukung gerakan antikorupsi
Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Katingan dorong peningkatan layanan PDAM lewat penunjukan Plt Direktur
30 March 2026 17:06 WIB
STNK-BPKB palsu kian marak, Korlantas Polri ingatkan risiko kendaraan bodong
09 March 2026 14:09 WIB
Terpopuler - Kota Palangkaraya
Lihat Juga
Anggota DPR pastikan pemerintah gerak cepat tangani antrean BBM panjang di Kalteng
07 May 2026 16:50 WIB