Pencuri sawit di Sumut tewas ditembak polisi
Kamis, 7 Juli 2022 22:12 WIB
Ilustrasi. (ANTARA/HO)
Medan (ANTARA) - Aparat kepolisian menembak mati seorang pencuri sawit milik perusahaan di Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, karena bersama rekan-rekannya melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
"Pelaku berinisial NR," kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki di Labuhanbatu, Kamis.
Ia menjelaskan pencurian itu terjadi pada Rabu (6/7). Saat itu pelaku NR bersama rekan-rekannya yang sedang mencuri sawit tertangkap tangan oleh petugas keamanan perkebunan dan aparat kepolisian.
"Petugas keamanan saat itu sedang berpatroli didampingi personel polisi," katanya.
Pada saat itu, petugas berhasil menangkap salah seorang pelaku. Namun pelaku lain yang tidak terima rekannya ditangkap lalu mengancam para petugas.
Aksi para pencuri tersebut direspons petugas kepolisian dengan memberikan tembakan peringatan lantaran kondisinya terancam. Namun, para pelaku masih melakukan perlawanan sehingga petugas menembakkan peluru ke pelaku dan mengenai NR.
Petugas lalu membawa pelaku NR ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat tertolong.
"Sementara personel kami masih diperiksa untuk mendalami peristiwa ini," ujarnya.
"Pelaku berinisial NR," kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki di Labuhanbatu, Kamis.
Ia menjelaskan pencurian itu terjadi pada Rabu (6/7). Saat itu pelaku NR bersama rekan-rekannya yang sedang mencuri sawit tertangkap tangan oleh petugas keamanan perkebunan dan aparat kepolisian.
"Petugas keamanan saat itu sedang berpatroli didampingi personel polisi," katanya.
Pada saat itu, petugas berhasil menangkap salah seorang pelaku. Namun pelaku lain yang tidak terima rekannya ditangkap lalu mengancam para petugas.
Aksi para pencuri tersebut direspons petugas kepolisian dengan memberikan tembakan peringatan lantaran kondisinya terancam. Namun, para pelaku masih melakukan perlawanan sehingga petugas menembakkan peluru ke pelaku dan mengenai NR.
Petugas lalu membawa pelaku NR ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat tertolong.
"Sementara personel kami masih diperiksa untuk mendalami peristiwa ini," ujarnya.
Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Astra Agro dukung pembangunan berkelanjutan, tumbuh bersama masyarakat jadi fondasi utama
03 March 2026 21:02 WIB
Anggota DPR RI sebut pengelolaan lahan sawit sitaan di Kalteng perlu diperjelas
25 February 2026 21:30 WIB
Hindari abai hak hukum rakyat, data sawit di kawasan hutan perlu dibaca utuh
19 February 2026 20:07 WIB
Akurasi data dalam penanganan sawit di kawasan hutan penting diperhatikan
13 February 2026 20:38 WIB