Teras Narang berharap Hadi Tjahjanto cepat mengurai dan selesaikan konflik agraria
Jumat, 22 Juli 2022 23:09 WIB
Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang saat reses di Kantor BPN Kabupaten Pulang Pisau secara daring, Jumat (22/7/2022). ANTARA/HO-Tim Teras Narang.
Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang berharap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto, yang memiliki latarbelakang sebagai Panglima TNI, dapat mengurai dan mempercepat penyelesaian masalah maupun konflik agraria.
Harapan itu karena Presiden Joko Widodo telah menjadikan Reforma Agraria sebagai salah satu program penting di masa kepemimpinannya, kata Teras Narang usai melaksanakan reses dan mendengarkan pemaparan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pulang Pisau Iwan Susianto secara daring, Jumat.
"Reforma Agraria ini kan bertujuan menata ulang susunan penguasaan, kepemilikan, dan juga berkenaan dengan penggunaan dari sumber agraria khususnya tanah. Jadi, penyelesaian konflik agraria, salah satu indikator keberhasilan dari apa yang menjadi program Presiden Jokowi," ucapnya.
Berdasarkan informasi diterima dirinya, BPN Pulang Pisau sejak 2017 telah semakin baik dalam menjalankan pelayanan publiknya. Sertifikasi lahan pun disebut terus meningkat, bahkan menjadi nomor tiga dari seluruh BPN di Kalteng yang selalu memiliki capaian target tinggi.
Meski begitu, Mantan Gubernur Kalteng dua periode itu mengatakan, masih ada banyak pekerjaan rumah yang mesti dikerjakan dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Khususnya ada kebutuhan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar persoalan status kawasan dapat disesuaikan ulang dengan kondisi faktual.
Baca juga: Teras Narang dukung solusi Pemkot Palangka Raya hadapi penghapusan honorer
"Faktanya banyak Gedung pemerintahan hingga pemukiman masyarakat yang diakui BPN masih ada dalam kawasan yang disebut hutan, meski di wilayah tersebut sudah tidak lagi berwujud hutan," kata Teras Narang.
Di beberapa wilayah di Kalteng, kondisi ini membuat pelayanan publik menjadi terkendala. Pemerintah Daerah di Kalteng pun tidak berani menghadirkan pembangunan karena khawatir bermasalah kemudian. Dampaknya, banyak masyarakat yang tidak dapat dipenuhi kesejahteraannya. Bahkan, banyak peluang kesejahteraan terlewatkan.
"Jadi, saya berharap pada akhirnya masalah pembangunan di Kalteng yang tersandera oleh masalah reforma agraria dapat dibantu penyelesaiannya oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian LHK. Semoga keadilan, kepastian, dan kemanfaatan atas tanah di Kalteng, dapat terwujud dengan nyata," demikian Teras Narang.
Baca juga: Kendalikan harga pangan, pemda harus bangun citra dan rutin ke pasar
Baca juga: Teras Narang minta penyelesaian konflik di IKN harus 'win-win solution'
Baca juga: Cegah kesenjangan, Teras minta pembangunan di IKN tidak tergesa-gesa
Harapan itu karena Presiden Joko Widodo telah menjadikan Reforma Agraria sebagai salah satu program penting di masa kepemimpinannya, kata Teras Narang usai melaksanakan reses dan mendengarkan pemaparan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pulang Pisau Iwan Susianto secara daring, Jumat.
"Reforma Agraria ini kan bertujuan menata ulang susunan penguasaan, kepemilikan, dan juga berkenaan dengan penggunaan dari sumber agraria khususnya tanah. Jadi, penyelesaian konflik agraria, salah satu indikator keberhasilan dari apa yang menjadi program Presiden Jokowi," ucapnya.
Berdasarkan informasi diterima dirinya, BPN Pulang Pisau sejak 2017 telah semakin baik dalam menjalankan pelayanan publiknya. Sertifikasi lahan pun disebut terus meningkat, bahkan menjadi nomor tiga dari seluruh BPN di Kalteng yang selalu memiliki capaian target tinggi.
Meski begitu, Mantan Gubernur Kalteng dua periode itu mengatakan, masih ada banyak pekerjaan rumah yang mesti dikerjakan dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Khususnya ada kebutuhan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar persoalan status kawasan dapat disesuaikan ulang dengan kondisi faktual.
Baca juga: Teras Narang dukung solusi Pemkot Palangka Raya hadapi penghapusan honorer
"Faktanya banyak Gedung pemerintahan hingga pemukiman masyarakat yang diakui BPN masih ada dalam kawasan yang disebut hutan, meski di wilayah tersebut sudah tidak lagi berwujud hutan," kata Teras Narang.
Di beberapa wilayah di Kalteng, kondisi ini membuat pelayanan publik menjadi terkendala. Pemerintah Daerah di Kalteng pun tidak berani menghadirkan pembangunan karena khawatir bermasalah kemudian. Dampaknya, banyak masyarakat yang tidak dapat dipenuhi kesejahteraannya. Bahkan, banyak peluang kesejahteraan terlewatkan.
"Jadi, saya berharap pada akhirnya masalah pembangunan di Kalteng yang tersandera oleh masalah reforma agraria dapat dibantu penyelesaiannya oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian LHK. Semoga keadilan, kepastian, dan kemanfaatan atas tanah di Kalteng, dapat terwujud dengan nyata," demikian Teras Narang.
Baca juga: Kendalikan harga pangan, pemda harus bangun citra dan rutin ke pasar
Baca juga: Teras Narang minta penyelesaian konflik di IKN harus 'win-win solution'
Baca juga: Cegah kesenjangan, Teras minta pembangunan di IKN tidak tergesa-gesa
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Teras Narang dorong peningkatan kapasitas BNNK Kotim perkuat pemberantasan narkoba
27 February 2026 13:25 WIB
OJK Kalteng-DPD RI kawal penerapan UU ITE lindungi masyarakat dari kejahatan digital
20 December 2025 9:36 WIB
Teras Narang ajak semua pihak dukung hilirisasi pasir kuarsa dan alumina di Kalteng
01 December 2025 17:25 WIB
DPRD bersama Pemkot Palangka Raya komitmen tuntaskan masalah tapal batas antarwilayah
13 October 2025 14:02 WIB
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Gubernur Kalteng prioritaskan kesehatan, tanggung iuran BPJS ratusan ribu warga tak mampu
02 March 2026 10:08 WIB