Tekan stunting, Pemkab Bartim kembali evaluasi program TPPS
Kamis, 24 Agustus 2023 21:09 WIB
Asisten III Setda Bartim Edius Uhing. ANTARA/Habibullah.
Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, kembali mengevaluasi berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS), agar upaya menekan angka stanting di tahun 2024 dapat lebih optimal.
"Kita membahas upaya yang sudah dilaksanakan dan merumuskan program yang akan dilaksanakan dalam menekan stunting 2024," kata Asisten III Setda Barito Timur, Edius Uhing di Tamiang Layang, Kamis (24/8/2023).
Menurutnya, dalam rapat tersebut nantinya dibahas berbagai cara dan kebijakan-kebijakan untuk menekan stunting oleh masing-masing OPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
"Dalam membuat kebijakan maupun program, perlu disampaikan kendala yang dihadapi dari masing-masing OPD dalam menyusun program yang solid, saling bersinergi dan terintegrasi dalam program penekanan stunting," kata Edius.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Barito Timur, Rusdianor mengatakan, Pemerintah menarget pada 2024 kasus stunting mengalami penurunan dengan angka prevalensi mencapai 14 persen.
"Kami optimistis bisa mencapai di angka 14,3 persen dengan berbagai program yang direncanakan sistematis dan terintegrasi," kata Rusdianor.
Baca juga: Pemkab Barito Timur ingatkan kontraktor bekerja tepat waktu
Dikatakan, Kabupaten Barito Timur saat ini menduduki di posisi tengah atau tujuh diantara 14 Kabupaten kota se-Kalteng dalam penanganan stunting di Kalteng. Dengan gigih, kerja keras dan komitmen melaksanakan program yang telah disepakati maka angka stunting bisa turun pada 14,3 persen.
"Program yang dilaksanakan itu meliputi tumbuh kembang anak mulai usia dalam kandungan hingga tiga tahun hingga program sanitasi dan air bersih," kata Rusdianor.
Rapat koordinasi dipimpin Asisten III Edius Uhing dan didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Barito Timur, Rusdianor dan diikuti kepala OPD terkait dan Camat.
Baca juga: Dua kebakaran lahan di Bartim berhasil dipadamkan
Baca juga: RSUD Tamiang Layang kedatangan 10 dokter magang
Baca juga: Barito Timur memerlukan gardu induk penjamin stabilnya pasokan listrik
Baca juga: Dishanpang Kalteng perluas bantuan penanganan stunting hingga Barito Timur
"Kita membahas upaya yang sudah dilaksanakan dan merumuskan program yang akan dilaksanakan dalam menekan stunting 2024," kata Asisten III Setda Barito Timur, Edius Uhing di Tamiang Layang, Kamis (24/8/2023).
Menurutnya, dalam rapat tersebut nantinya dibahas berbagai cara dan kebijakan-kebijakan untuk menekan stunting oleh masing-masing OPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
"Dalam membuat kebijakan maupun program, perlu disampaikan kendala yang dihadapi dari masing-masing OPD dalam menyusun program yang solid, saling bersinergi dan terintegrasi dalam program penekanan stunting," kata Edius.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Barito Timur, Rusdianor mengatakan, Pemerintah menarget pada 2024 kasus stunting mengalami penurunan dengan angka prevalensi mencapai 14 persen.
"Kami optimistis bisa mencapai di angka 14,3 persen dengan berbagai program yang direncanakan sistematis dan terintegrasi," kata Rusdianor.
Baca juga: Pemkab Barito Timur ingatkan kontraktor bekerja tepat waktu
Dikatakan, Kabupaten Barito Timur saat ini menduduki di posisi tengah atau tujuh diantara 14 Kabupaten kota se-Kalteng dalam penanganan stunting di Kalteng. Dengan gigih, kerja keras dan komitmen melaksanakan program yang telah disepakati maka angka stunting bisa turun pada 14,3 persen.
"Program yang dilaksanakan itu meliputi tumbuh kembang anak mulai usia dalam kandungan hingga tiga tahun hingga program sanitasi dan air bersih," kata Rusdianor.
Rapat koordinasi dipimpin Asisten III Edius Uhing dan didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Barito Timur, Rusdianor dan diikuti kepala OPD terkait dan Camat.
Baca juga: Dua kebakaran lahan di Bartim berhasil dipadamkan
Baca juga: RSUD Tamiang Layang kedatangan 10 dokter magang
Baca juga: Barito Timur memerlukan gardu induk penjamin stabilnya pasokan listrik
Baca juga: Dishanpang Kalteng perluas bantuan penanganan stunting hingga Barito Timur
Pewarta : Habibullah
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kapuas berencana menata bangunan dan relokasi pedagang di pasar Kuala Kapuas
10 February 2026 15:29 WIB
ASN Diskominfops Bartim didampingi KP2KP Tamiang laporkan SPT tahunan 2025
04 February 2026 15:50 WIB
Terpopuler - Barito Timur
Lihat Juga
Bupati Bartim tandatangani verifikasi IPPR dan RDTR di Kementerian ATR/BPN
12 February 2026 22:34 WIB
Musrenbangcam Patangkep Tutui hasilkan 50 usulan prioritas pembangunan 2027
12 February 2026 16:56 WIB
Penghargaan ke PT Bartim Coalindo berpolemik, BPBD Damkar Bartim minta maaf
11 February 2026 16:45 WIB
Perkuat dasar perencanaan anggaran 2027, Pemkab Bartim susun SHS dan HSPK
09 February 2026 13:37 WIB
Bupati Bartim ingin kolam renang Patianom dikelola secara efektif dan berkesinambungan
05 February 2026 17:22 WIB