Sampit (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan hingga Desember 2025.

“Hari ini kami launching (meluncurkan) kegiatan Gerakan Pangan Murah, kerjasama Polri dengan Bulog yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Sekaligus menyongsong HUT RI ke 80 tahun ini, sehingga ini bentuk negara hadir untuk masyarakat,” kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain di Sampit, Kamis.

Peluncuran Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan di Taman Kota Sampit. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad, Pj Sekda Kotim Masri, Ketua DPRD Kotim Rimbun dan lainnya.

Dalam kegiatan ini Polres Kotim menggandeng Bulog Kotim dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim. Kegiatan diawali dengan mendengarkan arahan Polri secara daring dan diikuti dengan pasar murah yang tidak hanya menyediakan beras tetapi berbagai komoditas pangan. 

Personel Polres Kotim juga secara proaktif menawarkan beras SPHP kepada pengendara yang melintas di sekitar Taman Kota Sampit.

Resky menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan Gerakan Pangan Murah ini adalah untuk menjaga stabilitas harga, khususnya beras dengan menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dipasok oleh Bulog Kotim.

Selama Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Kotim ini Beras SPHP ini akan dijual kepada masyarakat lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang biasanya Rp65.500 menjadi Rp60.000 saja untuk sak 5 kilogram.

“Kemudian, tujuan selanjutnya kegiatan ini adalah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan adanya retail-retail modern atau distributor yang menjual beras diatas HET,” lanjutnya.

Resky meneruskan, Gerakan Pangan Murah ini juga dilaksanakan di setiap kecamatan oleh Polsek jajaran. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari sampai dengan Desember 2025.

Menurutnya, Bulog Kotim sementara ini memiliki sekitar 2.700 ton beras yang siap dipasarkan untuk wilayah Kotim dan Seruyan, sehingga dengan adanya kegiatan Gerakan Pangan Murah ini membantu memasarkan beras itu kepada masyarakat.

Masyarakat dipersilakan membeli beras SPHP tanpa perlu kupon atau semacamnya, tetapi pembelian setiap orang dibatasi hanya 10 kilogram atau dua sak kemasan 5 kilogram. 

Baca juga: Ketua KONI Kotim bertekad raih prestasi sehat andalkan atlet lokal

Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya oknum yang memanfaatkan momentum ini untuk menimbun beras SPHP dan agar penyaluran beras ini lebih merata.

“Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendapatkan beras dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau,” demikian Resky.

Mewakili pemerintah daerah, Pj Sekda Kotim Masri menyambut baik kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Kotim ini. Karena dinilai sebagai upaya bersama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Melalui gerakan ini, pihaknya berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau tanpa mengurangi kualitas.

“Pemerintah daerah bersinergi dengan Polres Kotawaringin Timur serta seluruh jajaran Forkopimda berkomitmen untuk terus menyediakan layanan dan program yang membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan,” ucapnya.

Ia menyebut, sinergi ini juga menjadi bagian penting dalam menyemarakkan peringatan HUT ke 80 Kemerdekaan RI, dengan berbagai kegiatan positif yang mendorong semangat gotong royong dan rasa cinta Tanah Air.

Stabilitas harga pangan bukan hanya berdampak pada daya beli masyarakat, namun juga menjaga ketentraman dan ketertiban sosial. 

Untuk itu, kolaborasi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, hingga masyarakat sangatlah dibutuhkan.

Dalam rangka HUT RI, ia mendorong semua pihak untuk menjadikan gerakan pangan murah sebagai momentum membangkitkan semangat kebangsaan. 

Bukan hanya merayakan dengan lomba dan pesta rakyat, tetapi juga dengan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Saya mengajak kepada seluruh elemen untuk terus membangun kerjasama yang solid. Pemkab dan Polres Kotim akan terus berjalan berdampingan dalam mendukung setiap kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk gerakan pangan murah ini,” demikian Masri.

Baca juga: KSOP Sampit pastikan kegiatan perusahaan di pelabuhan tertib dan aman

Baca juga: KONI Kotim diminta tancap gas persiapan hadapi Porprov Kalteng

Baca juga: Polres Kotim bantu pasarkan beras SPHP untuk stabilkan harga di pasaran